BI-Pemkab Kediri Luncurkan Digitalisasi Pasar Papar, Seluruh Pedagang Layani Transaksi Via QRIS

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Jumat, 09 April 2021 15:10 WIB

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Sofwan Kurnia (kiri) dan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa (tiga dari kiri) saat peluncuran digitalisasi pasar Papar, Jumat (9/4). foto: ist.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dan PT Bank Rakyat Indonesia me-launching Digitalisasi Pasar Papar Kediri di Pasar Papar, Kabupaten Kediri, Jumat (9/4).

Peresmian dihadiri oleh Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Sofwan Kurnia, serta Vice President PT Bank Rakyat Indonesia Kanwil Jatim II Huru Priyono Ambarwito.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI). Secara nasional, FEKDI diselenggarakan pada tanggal 5 - 8 April 2021 dengan tema Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia, dan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan di berbagai wilayah, termasuk eks Karesidenan Kediri - Madiun pada 12 - 14 April 2021 mendatang.

Peluncuran Digitalisasi Pasar Papar merupakan salah satu wujud komitmen untuk meningkatkan sinergi dalam mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi di Kabupaten Kediri serta mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dengan program digitalisasi pasar yang dimulai di Pasar Papar ini, diharapkan Kabupaten Kediri dapat semakin mengakselerasi implementasi teknologi digital dalam berbagai sektor, sehingga dapat mendukung berbagai program pemulihan ekonomi, khususnya terhadap UMKM sebagai penyangga perekonomian nasional.

Dengan adanya digitalisasi pasar ini, masyarakat dapat meminimalisasi kontak dalam bertransaksi, karena seluruh pedagang di Pasar Papar telah melayani transaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard).

Selain contactless, keberadaan QRIS juga mampu menjadikan semua transaksi tercatat dan langsung masuk rekening, membantu terbentuknya profil UMKM dan pedagang ketika mengajukan pembiayaan, serta terhindar dari risiko uang palsu. Transaksi QRIS sendiri mengusung prinsip CEMUMUAH: CEpat, MUdah, MUrah, Aman, dan Handal.

Dalam sambutannya, Sofwan Kurnia menyampaikan gagasan mengenai upaya mendorong Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di wilayah eks karesidenan Kediri-Madiun.

"Kerja sama yang bermanfaat untuk mendukung program pengendalian inflasi, serta mampu mendorong onboarding UMKM pedagang pasar agar dapat memanfaatkan teknologi digital,” ujar Sofwan Kurnia, Jumat (9/4).

Gagasan KAD dimaksud, lanjut Sofwan Kurnia, berupa pemanfaatan platform melalui pengembangan dan penambahan fitur website Pasar.id bersama BRI dengan Kabupaten Kediri menjadi pilot project.

Menurut Sofwan Kurnia, website pasar sendiri merupakan suatu wujud ekosistem digital sistem perdagangan yang terintegrasi dengan sistem sistem pembayaran nontunai yang mampu menyediakan prasarana jual beli serta informasi data ketersediaan pasokan dan surplus - defisit.

Dalam waktu dekat, masih menurut Sofwan Kurnia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri juga berencana meluncurkan program Kampung Inggris Pare sebagai Kampung Wisata Pendidikan dan Digital sebagai rangkaian FEKDI.

"Dukungan berbagai pihak sangat diharapkan untuk mendukung inisiatif tersebut, di antaranya dalam bentuk prioritas vaksinasi Covid-19 kepada para pelaku usaha dan tenaga pendidik di Kampung Inggris Pare serta pedagang pasar sebagai penggerak kegiatan ekonomi di Kabupaten Kediri,” terang Sofwan Kurnia.

Ditambahkan oleh Sofwan Kurnia, ke depan, keberadaan program digitalisasi pasar diharapkan dapat mendorong terwujudnya masyarakat Kabupaten Kediri yang maju dan sejahtera berdasarkan ekonomi kerakyatan yang didukung birokrasi yang melayani sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kediri. (uji/rev)