Pelajar dan Warga Asal Papua Kini Punya Orang Tua dan Saudara Asuh di Blitar

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
Jumat, 09 April 2021 22:51 WIB

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela menyerahkan SIM gratis secara simbolis.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pelajar dan warga asal Papua yang tengah merantau dan menempuh pendidikan di Blitar kini memiliki orang tua dan saudara asuh. Hal ini setelah dilakukannya kegiatan pencanangan gerakan orang tua asuh pelajar dan saudara asuh warga Papua di wilayah Blitar Raya. 

Pencanangan Program Orang Tua dan Saudara Asuh warga Papua di Blitar Raya tersebut dilakukan di Ruang Pusat K3I Sarja Arya Racana Polres Blitar Kota, Jumat (9/4/2021).

Program Orang Tua dan Saudara Asuh Warga Papua yang ada di Blitar Raya, merupakan bentuk kepedulian TNI-Polri dan pemerintah daerah. Mereka diserahkan kepada orang tua asuh mereka yang tak lain adalah Forkopimda Blitar Raya.

Di antaranya, Rian Boy Marweri (18), Pelajar Kelas XI Bahasa SMAK Diponegoro, Kota Blitar. Dia diserahkan kepada orang tua asuhnya yaitu Wali Kota Blitar Santoso. Anselmus Iyai (19), Pelajar Kelas XII IPS 2 SMAK Diponegoro, Kota Blitar kepada Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setyawan.

Grivel Eden Bindosano (18), Pelajar Kelas XI IPA 1 SMAK Diponegoro, Kota Blitar kepada Pgs Dandim 0808 Blitar, Letkol Arm M Muslikh. Sedang saudara asuh, yaitu Ibu Tresia Kristina (33) warga Dusun Wungukerep RT 02 RW 05 Desa Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar dan putranya Marco diserahkan kepada Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela.

"Ini adalah bentuk kepedulian TNI, Polri dan pemerintah daerah terhadap warga Papua yang sudah jauh-jauh merantau dan menuntut ilmu ke Blitar, atau bekerja meninggalkan keluarganya," ujar Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela.

Sementara Wakil Wali Kota Blitar Tjujuk Sunario yang mewakili Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah positif dalam rangka menunjukkan Kebhinekaan di Blitar Raya. Keberadaan Siswa Papua ataupun warga Papua di Blitar haruslah mendapatkan perlakuan sama dengan warga Blitar ataupun warga dari daerah lain.

"Ke depannya kami berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti lebih jauh. Kami berharap program ini selain bisa terjalin silaturahim dan komunikasi yang baik, juga bisa membantu meringankan beban mereka, selama hidup jauh dari orang tua dan keluarga," kata Tjujuk.

Setelah penyerahan orang tua dan saudara asuh, juga diberikan SIM gratis pada warga Papua yaitu 2 orang anggota Yonif 511 Blitar dan Ibu Tresia Kristina yang tinggal di Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. (ina/ian)