Rilis Video Musik "Damar Kurung", Onomastika Abadikan Momen Padusan

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Tim
Minggu, 11 April 2021 04:16 WIB

Cuplikan adegan dalam video musik "Damar Kurung". (foto: dok.onomastika)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Menyambut Bulan Suci Ramadan Tahun 2021, Onomastika dan Narasinema berkolaborasi kembali dengan membuat video musik lagu Damar Kurung--lagu pertama yang ditulis menggunakan bahasa Jawa--yang dirilis di YouTube Onomastika Musik, Jumat (10/4/2021). Sebelumnya, sudah ada dua video musik Onomastika yang digarap bersama rumah produksi asal Gresik yang bergerak di bidang audio visual tersebut, yaitu lagu Hujan Pertama dan Hening.

Damar Kurung merupakan salah satu ikon budaya Kabupaten Gresik yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2017. Hal itu tak lepas dari peran Mbah Masmundari, seorang maestro yang berhasil mengilustrasikan kebudayaan masyarakat Gresik dalam lukisan dua dimensi yang salah satunya adalah tradisi padusan.

Umumnya, padusan dikenal sebagai tradisi penyucian diri masyarakat Jawa jelang Ramadan. Namun di Gresik, padusan lebih dikenal sebagai ziarah ke makam keluarga atau kerabat dekat menjelang Ramadan serta beberapa hari sebelum lebaran.

"Secara visual ingin menunjukkan bahwa Damar Kurung mampu merangkum berbagai cerita dan tradisi pesisir Gresik. Meminjam salah satu dari konsepnya, yang kami visualkan adalah tradisi padusan," kata Ananda Shandy, Founder Narasinema yang juga menyutradarai video musik tersebut.

Di tengah keramaian masyarakat yang berbondong-bondong ziarah ke makam, kelompok musik yang turut terjun langsung dalam proses penggarapan video musiknya ini merasa ada orang-orang yang tidak mendapat kesempatan mengunjungi makam bersama kerabat atau keluarga karena merantau atau memang sebatang kara.

"Selain sebagai pengingat bahwa semua dari kita akan 'kembali', melalui video musik ini Onomastika dan Narasinema ingin menunjukkan sisi lain dari momen kebersamaan masyarakat Gresik ketika padusan," ujar Nyas Onomastika, manajer produksi video musik tersebut.

Sementara itu, menjelang Ramadan bukan menjadi satu-satunya alasan video musik ini digarap dengan tema padusan. Beberapa tahun lalu, di Gresik bagian utara sempat ramai perihal makam tumpuk, sebab tanah pemakaman overload, sehingga tatanan makam yang sudah berimpit itu memiliki kemungkinan untuk ditumpuk sebagai makam baru. Belum lagi dengan yang telah lupa letak makam kerabatnya.

"Saya membayangkan, bagaimana jika kita tidak pernah bisa menemukan tanah makam kerabat kita? Meskipun berdoa bisa dilakukan di mana pun, namun akan berbeda rasanya saat kita tahu di mana letak jenazah keluarga dikuburkan," ucap Ida Onomastika sebagai penulis skenario video musik tersebut. (tim/zar)

Tautan video musik: https://youtu.be/KLIesh4FWQ8