PKB Buka Peluang Usung Khofifah di Pilgub Jatim 2024

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Minggu, 11 April 2021 20:52 WIB

Abdul Halim Iskandar, Ketua DPW PKB Jawa Timur saat membuka Musyawarah Wilayah Perempuan Bangsa Jatim di Hotel Mercure, Surabaya. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuka peluang untuk mengusung Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jatim 2024.

Hal itu disampaikan Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Perempuan Bangsa Jatim di Surabaya, Minggu (11/4/2021).

Menteri Desa PDTT ini mengatakan, PKB akan melihat kinerja Gubernur Jatim saat ini. Termasuk arah kebijakan Khofifah selama memimpin Jatim, apakah selaras dengan arah perjuangan PKB.

"Apabila arah kebijakan gubernur hari ini sesuai betul dengan arah perjuangan PKB, maka tidak menutup kemungkinan kita usung Gubernur Jatim saat ini sebagai calon PKB pada 2024," kata Halim yang langsung disambut tepuk tangan kader Perempuan Bangsa Jatim yang hadir.

Ketua DPRD Jatim periode 2014-2019 ini menjelaskan, ada tiga prioritas PKB. Yakni, penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan kesehatan. Ketiga hal ini mutlak bagi PKB. Karena itu, tak boleh ada yang didahulukan lebih awal, sementara yang lain ditinggalkan. Ketiga masalah ini harus ditangani secara bersamaan.

"Tetapi ketika arah perjuangannya, arah kebijakannya tidak berpihak pada tiga prioritas PKB, maka PKB akan mengevaluasi dan mendiskusikan kembali kemungkinan mengusung Calon Gubernur Jatim," ujar politikus PKB yang akrab disapa Gus Menteri tersebut.

Untuk diketahui, PKB pernah mengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai Calon Gubernur pada Pilgub Jatim 2013. Saat itu PKB menjadi pengusung utama Khofifah yang berpasangan dengan Herman Soerjadi Soemawiredja, mantan Kapolda Jatim.

Meski gagal mengantarkan Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur, tapi suara PKB naik signifikan pada Pemilu 2014 atau setahun pasca pilgub. Jumlah kursi PKB di DPRD Jatim yang semula 13 kursi melonjak menjadi 20 kursi. Sekaligus menjadikan Abdul Halim Iskandar sebagai Ketua DPRD Jatim. (mdr/ian)