Terobosan Baru, Tolak Sumbangan, ASC Foundation Hanya Memberi untuk Berbagi

Editor: mma
Senin, 12 April 2021 11:42 WIB

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA. foto: MMA/ BANGSAONLINE.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. menegaskan bahwa Asep Saifuddin Chalim (ASC) Foundation secara tegas menolak sumbangan dari manapun. “ASC Foundation hanya memberi untuk berbagi, tidak menerima sumbangan dari siapa pun dan dari mana pun, termasuk dari Pemkab Mojoketo,” tegas Kiai Asep Saifuddin Chalim dalam rapat bersama para penggagas dan pendiri ASC Foundation yang dihadiri Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Wakil Bupati Muhammad Al-Barra (Gus Barra) di Guest House Institut KH Abdul Chalim, Ahad (11/4/2021) malam.

Karena itu Kiai Asep tak mau memformalkan ASC Foundation dalam bentuk badan hukum lewat notaris. “Jadi tidak akan berbentuk CV, PT, atau yang lain,” kata Kiai Asep. 

Ini memang terobosan baru. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu tampak trauma dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang dibuat untuk mencari sumbangan kepada pemerintah atau luar negeri.

“Sumber dananya dari mana? Dari saya pribadi. Kebetulan saya bisa berbuat,” kata kiai miliarder tapi dermawan itu. Jadi ASC Foundation ini, tegas Kiai Asep, murni hanya memberi untuk berbagi kepada masyarakat. Karena itu, pengurus ASC Foundation sangat selektif dan tak perlu banyak.

Dr. Sufyanto, Founder The Republic Institute, sepakat ASC Foundation tidak diformalkan. Apalagi, kata alumnus UINSA dan Unair itu, ASC Foundation sudah melakukan aksi nyata di tengah-tengah masyarakat. Seperti memberi fasilitas mobil mewah pengantin secara gratis.

“ASC Foundation sudah diterima baik oleh masyarakat,” kata Sufyanto yang dalam Pilbup Mojokerto dipercaya menangani survei Ikfina-Gus Barra.

Menurut Kiai Asep, ASC Foundation memang menyiapkan empat mobil mewah secara gratis untuk masyarakat yang menikah. “Semua mobil baru. Mercy, Camry, dan Accord,” tutur Kiai Asep sembari mengatakan bahwa BBM dan sopirnya juga gratis.

Kiai Asep juga menegaskan bahwa gerakan ASC Foundation tidak hanya lokal Mojokerto, tapi juga regional Jawa Timur, dan bahkan nasional atau seluruh Indonesia. Karena itu Kiai Asep minta para pengurus ASC Foundation segera turun membantu para korban bencana akibat gempa di Malang.

“Siap kiai. Saya akan koordinasi dulu dengan teman-teman di Lumajang. Saya juga akan ke Tulungagung,” kata Muhammad Santoso yang memimpin rapat ASC Foundation tadi malam.

Rapat pengurus ASC Foundation, kata Kiai Asep, akan terus berlangsung tiap bulan dengan dihadiri Bupati Mojokerto dan Wakil Bupati Mojokerto serta para pimpinan partai politik. Menurut Kiai Asep, kehadiran bupati dan wakil bupati penting agar bisa mengetahu kondisi riil masyarakat dari para pengurus ASC Fondation yang bergerak di lapangan.

“Semua biaya dari saya,” kata Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, bupati dan wakil bupati juga bisa mengoreksi dan memberi arahan terhadap gerakan para pengurus ASC Foundation. Dengan demikian, langkah ASC Foundation, selalu terkontrol dan on the track.

Para pengurus ASC Foudation tampak sepakat dengan alur pikiran Kiai Asep. “Baru kali ini ada pilkada tetap mengadakan pertemuan meski sudah selesai,” kata Muhammad Santoso, mantan Ketua Tim Sukses Ikfina Fahmawati-Muhammad Al-Barra. 

“Biasanya setelah menang ya sudah selesai. Nanti ketemu lima tahun mendatang,” tambah anggota DPRD Mojokerto itu.

Peserta rapat yang lain juga menimpali. “Iya betul. Saya ditanya teman-teman komisi (DPRD-red). Kok rapat-rapat terus (di Amanatul Ummah-red), padahal pilbupnya sudah selesai. Dikasih transport lagi,” kata anggota DPRD itu sembari tertawa.

Kiai Asep memang tak mau mengingkari janjinya. Selain terus merangkul dan mengumpulkan tim-tim yang sudah membantu Ikfina-Gus Barra, juga berusaha merealisasi janji-janji kampanye pilbup. Ia menyadari, tak semua janji-janji kampanye Ikfina dan Gus Barra bisa direalisasikan oleh bupati dan wakil bupati terpilih, mengingat keterbatasan anggaran dan banyaknya tugas-tugas negara.

Karena itu, Kiai Asep tampil mem-back up, terutama lewat ASC Foundation. “Karena masyarakat pasti nanya, endi janjine (mana janjinya). Partai pengusung juga pasti ditanya, endi,” kata Kiai Asep.

Kiai Asep ingin kepemimpinan Bupati Ikfina dan Wakil Bupati Gus Barra meneladani Khalifah Umar Bin Abdul Aziz. “Hanya 2,5 tahun memimpin negara, tapi sudah tak ada angka kemiskinan,” kata Kiai Asep. “Tahun pertama pemerintah menegakkan zakat. Tahun kedua sudah tak ada orang miskin,” kata Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, Umar bin Abdul Aziz saat jadi khalifah dalam usia sangat muda, tapi mampu melakukan perubahan besar-besar sehingga menjadi legenda sejarah. "Meninggal pada tahun terakhir dalam usia 38 tahun," kata Kiai Asep.

Ia berharap di Mojokerto juga begitu. Dalam waktu singkat sudah terjadi perubahan besar. “Jangan sampai ada orang sakit tak bisa berobat,” katanya. (mma)