Sekda Trenggalek Tegaskan ADD Tidak Dipangkas, Ketua AKD Puas

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Herman Subagyo
Senin, 12 April 2021 20:19 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Joko Irianto. (foto: HERMAN/ BANGSAONLINE)

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Kabar adanya refocusing ADD (Alokasi Dana Desa) oleh TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Kabupaten Trenggalek untuk penanganan Covid-19 akhirnya ditanggapi Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Joko Irianto.

Ia menegaskan, tidak ada refocusing untuk ADD. Hal itu ia sampaikan ketika mengikuti Rapat Kerja Badan Anggaran DPRD Trenggalek dengan TAPD dan OPD calon penerima relokasi dana penanganan Covid-19 di Gedung DPRD Trenggalek, Senin (12/4/2021).

"Oh tidak, tidak, tidak (tidak dipotong), tetap utuh ADD," ungkap Joko usai mengikuti rapat kerja di Gedung DPRD Trenggalek.

Lantaran batal me-refocusing ADD, kata Joko, pihaknya akan melakukan penyisiran dana dari OPD yang lain untuk menutup kekurangan anggaran penanganan Covid-19 senilai Rp5 miliar.

Joko mengatakan bahwa total anggaran refocusing tahun ini senilai Rp105 miliar lebih. Sementara anggaran untuk penanganan Covid-19 seluruhnya Rp65 miliar lebih.

Sementara itu, Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Trenggalek Puryono mengaku lega ketika mendengar bahwa ADD tidak dipotong untuk penanganan Covid-19. "ADD tidak jadi dipotong, nah ini sebuah rekonsiliasi yang bagus terutama terkait regulasi anggaran yang ada di desa," kata Puryono.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Trenggalek, Sekda Trenggalek, TAPD, dan DPRD Kabupaten Trenggalek.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah perwakilan perangkat desa se-Kabupaten Trenggalek menyatakan sikap menolak rencana Pemkab Trenggalek memotong ADD untuk penanganan Covid-19 di Gedung DPRD Trenggalek.

Bahkan, Ketua AKD Trenggalek Puryono sempat mengancam akan mengerahkan ribuan perangkat desa untuk turun ke jalan jika tidak ada kejelasan terkait refocusing ADD. (man/zar)