Bupati Ngawi Persiapkan Generasi Muda Sebagai Petani Andal

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Selasa, 13 April 2021 21:26 WIB

Bupati Ngawi Ony Anwar saat me-launching pertanian organik beberapa waktu lalu.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono terus berupaya meningkatkan sektor pertanian, mengingat Kabupaten Ngawi termasuk sebagai lumbung pangan nasional. Salah satunya, dengan menyiapkan generasi muda sebagai petani andal di era revolusi industri 4.0.

Untuk menciptakan petani generasi millenial, orang nomor satu di Kabupaten Ngawi tersebut telah menyiapkan pemberdayaan bagi warga desa, utamanya pemuda. Nantinya, mereka akan diajari bercocok tanam memanfaatkan teknologi terkini, meliputi alan dan mesin pertanian.

"Tentunya semua akan berimbas dan berdampak. Biasanya saat panen (butuh) banyak tenaga kerja, tetapi dengan mesin akan lebih cepat dan efisien, juga menjaga kualitas hasil panen," terangnya kepada BANGSAONLINE.com saat ditemui di kediamannya.

Dengan mencetak petani milenial yang siap bersaing di era revolusi industri 4.0, diharapkan Kabupaten Ngawi akan semakin maju. Apalagi ditunjang dengan sistem pertanian agro tech yang berbingkai pertanian organik.

"Kita persiapkan sebuah program, untuk mengedukasi petani milenial yang mampu mengaplikasikan dunia digital demi meningkatkan angka pangan," katanya.

"Kita harus berani untuk menuju perubahan dengan meninggalkan sistem lama ke sistem yang lebih maju," jelas Mas Ony -sapaan Bupati Ngawi.

Menurutnya, masih banyak sektor yang belum mencapai titik keseimbangan pangan, karena untuk mencapainya diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan berkompeten. "Sudah saatnya dari pola tradisional kita persiapkan ke pola teknologi, dengan menyiapkan para generasi muda sebagai petani yang andal," urainya.

"Dengan adanya perubahan tersebut, tentunya pasti akan timbul dampak. Kalau sebelumnya banyak tenaga manusia yang dilibatkan pada proses pertanian, dengan adanya perkembangan teknologi akan menggunakan mesin. Hal tersebut tentunya akan berimbas pada beberapa orang dalam penghasilan," pungkasnya. (nal/rev)