Ekonomi Berangsur Membaik, Penjualan Mobil Bekas di Bulan Ramadan Diprediksi Naik 10 Persen

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Diyah Khoirun Nisa
Rabu, 14 April 2021 16:16 WIB

Sugeng Sumarsono menunjukkan salah satu unit mobil bekas jenis pikap. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Seiring berkurangnya jumlah pasien positif Covid-19, perekonomian di semua sektor berangsur-angsur pulih. Seperti di bidang otomotif, baik penjualan mobil baru maupun bekas mengalami pertumbuhan. Hal tersebut dibenarkan oleh Owner SS Mobil 21 Sugeng Sumarsono saat ditemui di showroom miliknya di Golden City Mall Surabaya (Goci).

“Setelah kita beberapa lama merugi akibat pandemi, kini sudah mulai berangsur membaik. Dan sepertinya bukan hanya sektor otomotif saja, tetapi sektor lainnya juga mengalami hal yang sama. Banyak faktor yang membuat demand atau daya beli masyarakat akhirnya meningkat,” kata dia, Rabu (14/4/2021).

Faktor utama, menurutnya, karena jumlah pasien positif Covid-19 turun, sehingga ekonomi mulai naik. Faktor lainnya, yakni adanya vaksinasi yang sangat berdampak terhadap pemulihan ekonomi.

“Padahal untuk vaksinasi kan belum semua orang divaksin, hanya beberapa seperti lansia, beberapa media atau wartawan, beberapa pejabat atau khalayak yang berhubungan dengan orang banyak seperti tenaga kesehatan dan beberapa orang lainnya, namun hal tersebut sudah bisa mengangkat atau menstabilkan ekonomi,” katanya.

Sugeng juga menjelaskan bahwa masyarakat sudah berani keluar rumah, sudah berani ke mal, ke restoran dan tempat makan, serta beberapa aktivitas lainnya. Beda dengan saat awal pandemi tahun lalu.

Selama 2020, dia banting harga atau jual rugi supaya bisnisnya tetap berjalan. Jika tetap bersikukuh dan tidak menurunkan harga, maka mobilnya tidak akan ada yang terjual. "Tapi hal tersebut sudah lumrah dalam dunia bisnis. Waktu itu juga saya mengurangi stok mobil karena takut lama terjual karena beberapa faktor tersebut," jelasnya.

"Akhirnya pada awal 2021 inilah mulai ada peningkatan. Meskipun peningkatannya tidak banyak, tapi mulai berangsur membaik. Pada bulan ini juga terlihat akan ada peningkatan lagi, Ramadan ini sudah kerasa, seperti sebelum-sebelumnya biasanya demand akan naik," sambungnya.

“Kalau Ramadan ini saya targetkan ada peningkatan 5 sampai 10 persen dari bulan sebelumnya. Karena biasanya pembeli memanfaatkan momen lebaran untuk mengganti unit kendaraannya. Baik tukar tambah atau beli baru. Kalau selama ini di SS Mobil 21, 20 persen RO pembeli lama menukarkan unitnya yang lebih baru, sementara 80 persennya adalah pelanggan baru yang mulai membeli mobil baru,” tandasnya. (diy/zar)