Terjangkit Covid-19, Apakah Aman Ibadah Puasa?

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy Erlambang
Kamis, 15 April 2021 16:18 WIB

dr. Rizky Amelia Sp.P.D.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Puasa di Bulan Ramadhan merupakan ibadah yang dinantikan oleh umat Islam. Namun, bagaimana jika terinfeksi Corona? Apakah aman menjalankan ibadah puasa?

"Kalau tanpa gejala berarti, tidak ada gejala, silakan berpuasa. Tapi observasi, karena sekali lagi kita dalam kondisi observasi tidak ada gejala. Ketika kita berpuasa tiba-tiba naik suhu tubuhnya misal 37,5 derajat celcius, saya rasa membatalkan puasa," kata dr. Rizky Amelia Sp.P.D., salah satu dokter spesialis penyakit dalam terbaik yang dimiliki oleh Rumah Sakit Rohman Rohim, Sukodono, Sidoarjo.

Tak masalah apabila pasien OTG tetap berpuasa. Namun mereka harus konsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah, dan cukup air putih. Hal ini untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat.

dr. Rizky mengingatkan, agar masyarakat memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Jika merasa tak kuat, tidak masalah untuk tidak berpuasa. "Jangan memaksakan diri," katanya.

Menurutnya, jika OTG masih diperbolehkan untuk berpuasa. Berbeda halnya dengan pasien Corona yang bergejala ringan, mereka tidak disarankan untuk berpuasa.

"Prinsipnya saya sampaikan, kalau sedang terinfeksi akut misalnya demam, batuk-batuk, pilek, tifus, dan demam berdarah, termasuk juga Covid-19 walau gejalanya ringan, tidak dianjurkan untuk berpuasa," bebernya.

dr. Rizky mengatakan, pada saat tubuh terinfeksi virus, dalam hal ini Covid-19, akan terjadi perlawanan pada saat terjadi infeksi. Karena itu, tubuh memerlukan asupan energi yang banyak untuk melawan penyakit tersebut.

"Kondisi saat sedang terinfeksi kita butuh minum, kemudian butuh makan juga secara rutin setiap 6 atau 8 jam. Kalau kita berpuasa, jadi tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh," pungkas Amelia. (cat/rev)