Tak Mau Damai, Proses Hukum Pemukulan Calon Kakak Ipar di Gumukmas Jember Terus Berlanjut

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Kamis, 15 April 2021 16:46 WIB

Mapolsek Gumukmas.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Proses mediasi kasus pertengkaran dalam sebuah keluarga yang dilakukan di Mapolsek Gumukmas, Kamis (15/4/2021), terancam gagal. Pasalnya, pihak pelapor tidak mau menerima upaya damai yang diajukan oleh terlapor.

Kasus pertengkaran yang berujung dengan pemukulan itu sendiri terjadi pada Sabtu (3/4/2021) lalu.

Penyebab timbulnya pertengkaran bermula dari pengambilan genset yang berada di rumah ibu pelapor. Nurul Sri Utami (38), korban, Rabu pagi itu menyuruh seorang karyawannya yang bernama Jupri (53) untuk mengambil genset di rumah ibunya. Berawal dari permasalahan itulah yang akhirnya menyebabkan keributan antara Nurul dengan NWL, yang notabene adalah calon adik iparnya sendiri.

Setelah terjadi adu mulut yang cukup lama, dalam keadaan emosi NWL melakukan pemukulan terhadap Nurul dengan memakai sandal, dan mengenai pipi kiri dari Nurul hingga mengakibatkan luka memar.

Merasa dirinya dianiaya, Nurul akhirnya melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya ke Mapolsek Gumukmas.

Bripka Suyitno, petugas jaga di Mapolsek Gumukmas membenarkan adanya pelaporan tersebut.

"Waktu itu memang benar bahwa korban Nurul sudah melapor, dan pihak polsek sudah mengawal kasus ini dengan beberapa kali memangil NWL sebagai tersangka terlapor," kata Suyitno.

"Saya tidak bisa terima perlakuan NWL terhadap saya. Hasil visum sudah menunjukan bukti bahwa apa yang saya laporkan memang benar, dan saya ada videonya ketika NWL memukul saya," ungkap Nurul

Dalam keterangan selanjutnya, Nurul menginginkan kasus yang menimpa dirinya dilanjutkan sesuai hukum yang berlaku. "Suami dan keluarga saya tidak menerimakan kejadian ini, proses sesuai hukum yang berlaku," tegas Nurul.

Kapolsek Gumukmas AKP Subagyo saat dikonfirmasi melalui hubungan telepon membenarkan bahwa mediasi yang diminta pihak terlapor sudah dijembatani oleh pihak polsek.

"Upaya mediasi untuk damai yang diminta terlapor hari ini gagal. Pelapor minta kasus ini dilanjutkan," kata Subagyo.

Karena itu, AKP Subagyo mengatakan akan melakukan gelar perkara, dengan tujuan untuk menentukan pasal yang akan dikenakan pada terlapor.

"Kami akan melakukan gelar perkara guna menentukan pasal yang akan dikenakan terhadap pelapor. Pemukulan menggunakan sepatu slop itu bisa dianggap sebagai penghinaan," pungkasnya. (yud/eko/ian)