Pelukis Asal Surabaya, Hamid Nabhan Rilis Buku Kumpulan Cerpen Baru dan Dibagikan Gratis

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Indrayadi
Jumat, 16 April 2021 18:14 WIB

Hamid Nabhan dan buku kumpulan cerpen terbarunya. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebagai seorang pelukis dan seniman, Hamid Nabhan tak hanya jago membuat lukisan, namun juga buku. Baru-baru ini, dia membuat karya terbarunya, yakni buku kumpulan cerpen berjudul "Janji" dan "Mimpi Topeng Monyet".

Dia mengatakan jika cerita dalam buku tersebut merupakan satire atau cerita sindiran. "Seperti dalam buku topeng monyet, di situ saya menyindir antara kerakusan manusia yang berakal dengan kerakusan yang dilakukan oleh monyet," tuturnya.

Ada kalanya seorang penulis membuat sebuah buku yang memerlukan waktu cukup lama, bahkan sampai berbulan-bulan, namun tak jarang yang bisa selesai dalam waktu singkat. Namun Hamid tergolong cepat dalam pembuatan kedua karyanya tersebut.

"Kisah topeng monyet itu saya bikin semalam selesai. Sedangkan buku 'Janji' kelar dalam seminggu. Tak ada kendala berarti saat prosesnya, saya rasa semua mengalir begitu aja," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa "Janji" adalah bukunya yang ke-44, sedangkan "Mimpi Topeng Monyet" adalah buku yang ke-45. Pada cerpen "Janji" sedikit lebih panjang berisi 48 halaman dengan pengantarnya sekali. Sedangkan pada cerpen yang lainnya yaitu "Mimpi Topeng Monyet" berisi 48 halaman beserta kata pengantarnya. Kedua buku tersebut diberi pengantar oleh Prof. Jakob Sumardjo.

Dengan dirilisnya kedua buku tersebut, Hamid berharap agar mendorong masyarakat untuk lebih menyukai membaca untuk menambah wawasan. Dikatakannya, semua buku tersebut akan dibagikan secara gratis dan hal itu seiring dengan program dari Nabhan Galeri yang ingin memberikan sumbangsih berupa literasi kepada bangsa.

"Sasarannya adalah teman-teman yang menyukai cerita fiktif, perpustakaan, serta untuk insan teater di seluruh Indonesia," tutup Hamid Nabhan. (dra/zar)