Soal Adanya Sertifikat Terkait Aset, Wabup Ngawi: Kita Sempat Kecolongan di Situ

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Minggu, 18 April 2021 21:10 WIB

Ruko yang saat ini tutup, bekas kantor Bank BRI di Plaza Ngawi.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tarik ulur menjelang habisnya masa kontrak pertokoan di Plaza Ngawi, diwarnai kabar pengalihan hak kepemilikan salah satu ruko. Yakni yang ditempati oleh Bank BRI.

Padahal, seluruh ruko yang berdiri di Plaza Ngawi merupakan aset milik Pemkab Ngawi.

Diketahui, ruko yang ditempati Bank BRI sebagai kantor unit telah disertifikat atau ganti kepemilikan oleh Bank BRI. Namun pada awal tahun 2021, kantor Bank BRI tersebut pindah dari area Plaza Ngawi. Tak jauh, sekitar 500 meter dari Plaza Ngawi.

Saat dikonfirmasi soal tersebut, Wakil Bupati Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko mengiyakan. "Ya, kita kecolongan di situ. Untung cepat diketahui dan sekarang (aset ruko) sudah kembali," jelasnya kepada BANGSAONLINE.com.

Sewaktu ditanya mulai kapan aset Pemkab Ngawi tersebut beralih ke pihak lain, Wabup Dwi tidak menjawab.

Di sisi lain, pihak BPN Ngawi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hal lumrah. "Itu biasa Mas. Bisa saja terjadi dan tidak menyalahi aturan," terang Murtoyo, Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran BPN Ngawi saat ditemui di kantornya.

Ditanya lebih jauh terkait kapan muncul sertifikat tersebut, Murtoyo enggan mengungkapkan. Ia hanya menjelaskan, bahwa aturan terkait hal tersebut dapat diakses melalui internet.

"Silakan browsing tentang aturan itu. Yang pasti untuk sertifikat sudah kita tarik kembali dengan habisnya masa kontrak," pungkasnya. (nal/ian)