Seluruh Korban Bus Terguling Diberikan Santunan oleh Jasa Raharja

Editor: Revol
Wartawan: Eky Nurhadi
Senin, 23 Februari 2015 16:18 WIB

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Seluruh korban kecelakaan tunggal bus Sang Engon nopol B 7222 KGA di Tol Lingkar Jangli, Kota Semarang, Jumat (20/02) lalu mendapatkan santunan dari Jasa Raharja Pusat. Santunan yang diberikan kepada seluruh korban kecelakaan itu diserahkan kepada ahli waris maupun keluarga di Kantor Kecamatan Dander, Bojonegoro, Senin (23/2/2015).

Direktur Operasional Jasa Raharja Pusat, Budi Raharja usai menyerahkan santunan kepada ahli waris mengatakan, dari total penumpang Bus Sang Engon sebanyak 72 orang itu semua mendapatkan santunan, baik korban yang meninggal dunia, korban luka berat, dan juga korban yang mengalami luka ringan.

Budi merincikan santunan yang diberikan kepada seluruh korban, yakni bagi korban yang meninggal dunia mendapat santunan senilai Rp25 juta, luka berat Rp10 juta, sedangkan yang mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di rumah sakit juga mendapat santunan, namun jumlahnya menyesuaikan, yakni minimal Rp1 juta.

"Total yang kita berikan kepada seluruh korban senilai Rp450 juta," ujarnya.

Saat ini, kata dia, masih ada sekitar 13 korban yang menjalani perawatan di Rumah Sakit baik di Semarang maupun Bojonegoro. Jasa Raharja akan terus memantau perkembangan korban dan akan membantu biaya pengobatan di Rumah sakit.

Santunan Jasa Raharja kepada ahli waris itu disaksikan oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto dan juga sejumlah kepala SKPD. Menurut Budi, pada tahun 2014 lalu Jasa Raharja telah memberikan santuanan kepada 809.000 korban kecelakaan lalu lintas. Hal menurun dibanding pada tahun 2013 lalu.

"Turun sekitar 8%, mudah-mudahan angka kecelakaan di Indonesia termasuk Bojonegoro kedepan terus turun," katanya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, jika pemerintah kabupaten juga akan memberikan santunan kepada korban yang saat ini masih menjalani perawatan. Namun bantuan itu diberikan ketika keluarga korban mengalami kekurangan saat pembayaran pengobatannya di Rumah Sakit.

"Misalnya yang mengalami luka berat mendapat santunan Rp10 juta, tetapi saat pembayaran di rumah sakit masih kurang itu yang akan kita bantu. Kita ambilkan dari dana KLB (Kejadian Luar Biasa) atau dana kebencanaan," ujar Suyoto.

Ia berharap kepada keluarga korban, khususnya yang meninggal dunia untuk tabah dan sabar. Sebab, musibah yang sudah menimpa kepada korban merupakan takdir dari sang Kholiq.

"Mintanya musibah seperti ini (kecelakaan) tidak terjadi, tetapi karena ini adalah takdir, maka saya harap keluarga korban untuk menerima, sabar dan ikhlas. Kita doakan saja almarhum semoga khusnul khotimah," ujarnya.

Sepeti diketahui, kecelakaan tunggal Bus Sang Engon di Tol Jatingaleh, Semarang Jawa Tengah, jumat lalu sebanyak 18 orang meninggal dunia, 16 merupakan warga Bojonegoro sedangkan 1 orang asal Nganjuk dan 1 orang lagi asal Demak, Jawa Tengah. Sementara korban yang mengalami luka-luka sebanyak 54 orang.