Mendag Kunjungi Pasar Wonokromo, Puji Harga Sembako di Surabaya Paling Stabil

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Indrayadi
Selasa, 20 April 2021 17:32 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI) Muhammad Lutfi mengunjungi Pasar Wonokromo, Selasa (20/4/2021). (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI) Muhammad Lutfi mengunjungi Pasar Wonokromo, Selasa (20/4/2021).

Dalam kunjungannya tersebut, Lutfi memastikan harga dan pasokan sembako selama Ramadan di Surabaya aman dan stabil. Rombongan langsung menuju lorong-lorong pasar dan berinteraksi dengan para pedagang.

Dalam kesempatan itu, Lutfi mengatakan, setelah berkeliling Sumatra dan Jawa, dia memastikan harga sembako di Pasar Wonokromo merupakan harga terbaik. Selain itu, dia menyebut harga sembako di Kota Surabaya relatif stabil dan aman. Bahkan, Lutfi juga menemukan beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga.

"Cabai rawit merah turun menjadi Rp60 ribu, lalu harga gula di sini Rp12.500. Saya lihat juga minyak goreng relatif stabil. Saya sudah keliling Sumatra dan Jawa, harga di Pasar Wonokromo adalah harga yang terbaik," katanya.

Melihat harga sembako relatif stabil, Lutfi mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, khususnya Pemkot Surabaya. Dia menegaskan bahwa harga sembako di Kota Pahlawan, dinilai terpantau baik, stabil dan terjangkau. Dia pun menyebut harga sembako di Surabaya merupakan harga terbaik se-Indonesia.

"Misalnya harga ayam, di wilayah lain masih terbilang sekitar Rp40 ribu, namun di sini harganya masih sekitar Rp36-37 ribu. Saya menganggap harga yang paling baik di sini se-Indonesia. Ini salah satu cara memastikan konsumsi berjalan dengan baik dalam menggerakkan roda perekonomian nasional," ungkapnya.

Senada dengan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, upaya Pemkot Surabaya dalam mengendalikan harga tersebut terus dipertahankan. Dengan menjaga harga pasokan dari hulunya maka harga dapat dikendalikan dengan baik, terlebih Eri memastikan terus bersinergi dengan Pemprov Jatim untuk mendapatkan pasokan dengan harga terbaik.

"Kami selalu berkomunikasi dengan Pemprov Jatim kepada penghasil bawang merah dari Banyuwangi dan Kediri. Hal-hal seperti itu yang harus kita jaga dengan baik, jangan sampai ada kendala. Sehingga barang dipastikan tetap ada dan harganya tidak melonjak," ungkapnya.

Pihaknya bersama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya menggelar operasi pasar setiap hari selama Ramadan agar harga sembako stabil dan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat. Tak hanya mengandalkan operasi pasar saja, tetapi memastikan bagaimana harga dari hulu hingga ke tangan pembeli tetap terjaga dengan baik.

"Ini yang kami pertahankan, maka stok pangan di Kota Pahlawan aman dan harganya pun juga aman," tutupnya. (dra/zar)