SIG Berikan Bantuan Pembangunan Ponpes Tahfidz Al-Quran di Mojokerto

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Rabu, 21 April 2021 12:10 WIB

General Manager of CSR SIG Edy Saraya (kedua dari kanan) menyerahkan bantuan kepada Ketua Yayasan Bukit Shafa Marwah Misbahul Huda. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG-Peduli memberikan bantuan senilai Rp225 juta untuk pembangunan dan pengadaan sarana prasarana Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Al-Quran Ibnu Mas'ud, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Bantuan diserahkan oleh General Manager of CSR SIG Edy Saraya kepada Ketua Yayasan Bukit Shafa Marwah (YBSM) Misbahul Huda di lokasi pembangunan Ponpes Tahfidz Al-Quran Ibnu Mas'ud, Selasa (20/4/2021).

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, bantuan ini merupakan kepedulian perusahaan terhadap pendidikan dalam membentuk generasi muda yang Qurani. Ponpes ini diharapkan bisa mencetak para penghafal Al-Quran yang mumpuni dan berjiwa leadership tinggi.

"Menjadi kebanggaan bagi kami karena bisa berkontribusi dalam pembangunan Ponpes Tahfidz Al-Quran ini. Sungguh niat baik, dan ini sejalan dengan visi perusahaan maupun Kementerian BUMN dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia," jelas Edy Saraya.

Edy Saraya lebih jauh menjelaskan, kurikulum pendidikan di ponpes bermuara pada penciptaan generasi Qurani yang unggul dan berdaya saing tinggi. "Bukan hanya dari sisi skill, tapi juga menyangkut nilai-nilai dasar kemanusian," terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bukit Shafa Marwah Misbahul Huda mengatakan, jumlah Ponpes Tahfidz Al-Quran sudah banyak, namun apa yang diajarkan di Ponpes Ibnu Mas'ud sedikit berbeda. "Di sini santri tidak hanya dibentuk menjadi penghafal Al-Quran, melainkan juga dibekali dengan wawasan leadership dan entrepreneurship, sehingga nanti kalau mereka lulus tidak harus kembali ke pondok menjadi pengajar," terangnya.

"Terima kasih atas bantuan dari SIG, semoga bermanfaat bagi para santri dan masyarakat sekitar," pungkas Misbahul Huda. (hud/zar)