Sidak Swalayan di Kota Blitar, Petugas Temukan Makanan dan Minuman Rusak

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Rabu, 21 April 2021 13:20 WIB

TKP2MO Kota Blitar saat meninjau produk frozen food di salah satu toko modern.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Makanan dan Obat (TKP2MO) Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah swalayan dan toko modern. Sidak tersebut untuk mengecek makanan dan minuman yang dijual di swalayan saat bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kita melakukan pengawasan, edukasi, serta memastikan sejauh mana produk-produk yang dijual di swalayan dan toko modern di Kota Blitar ini aman dikonsumsi," ujar Dokter Darma Setyawan, Ketua TKP2MO Kota Blitar.

Darma menjelaskan, dari sidak tersebut diketahui rata-rata makanan dan minuman yang dijual masih aman untuk dikonsumsi. Hanya saja, pihaknya menemukan makanan kaleng yang kemasannya rusak atau penyok, makanan jenis kacang goreng dan kecap botol yang sudah kedaluwarsa.

"Kemudian juga kami temukan makanan yang kode izin edarnya digunakan untuk berbagai macam produk. Padahal seharusnya satu kode izin itu hanya digunakan untuk satu produk. Kita berikan edukasi untuk memberitahu distributor," jelasnya.

Selain itu, petugas juga menemukan adanya produk frozen food atau makanan beku curah yang tidak diberi label. Artinya konsumen tidak bisa mengetahui kandungan produk tersebut, serta kapan kedaluwarsanya.

"Seharusnya itu diberi label dan keterangan agar konsumen juga tahu komposisinya dan kapan kedaluwarsanya. Tadi sudah kita beri edukasi kepada pengelola swalayan," ujarnya.

Sidak dibagi menjadi dua tim, untuk menyasar enam toko modern dan swalayan di Kota Blitar. Tim pertama sidak di bagian barat, sementara tim kedua di bagian timur.

Lebih lanjut, Darma mengimbau masyarakat untuk teliti saat membeli produk mamin. Baik untuk kebutuhan konsumsi selama bulan Ramadan maupun untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri. "Masyarakat kami imbau untuk waspada. Teliti sebelum membeli. Perhatikan tanggal kadaluwarsa. Kemudian kemasan, kemasan harus utuh kalau rusak jangan dibeli," pungkasnya.