Datangi Mahfud MD, Cak Imin Disebut Minta Tolong Redam Motor Penggerak MLB

Editor: Tim
Jumat, 23 April 2021 19:09 WIB

Menkopulhukam Mahfud MD saat menerima A Muhaimin Iskandar di rumah dinasnya di Jakarta. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendatangi rumah dinas Menkopolhukam Mahfud MD di Jakarta. Kedatangan Cak Imin ini menarik perhatian publik. Bukan saja karena PKB sekarang sedang diguncang gerakan DPW dan DPC PKB yang menuntut Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk melengserkan Cak Imin, tapi juga karena Mahfud MD pernah merasa diperlakukan tak wajar saat Pilpres. Bahkan saat itu Mahfud MD disebut-sebut didzalimi oleh Cak Imin. Karena itu banyak yang terperanjat – terutama para kader NU - ketika tiba-tiba Cak Imin datang ke Mahfud MD.

Tapi benarkah Cak Imin datang ke rumah Mahfud MD? Imam Marsudi, Staf Khusus Menkopolhukam Mahfud MD, ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com membenarkan. “Ini di rumah dinas,” kata pria asal Sreseh Sampang Madura itu ketika BANGSAONLINE.com menunjukkan foto Cak Imin dan Mahfud MD di depan pintu.

Namun ia tak mau bercerita isi pertemuan Cak Imin dengan Mahfud MD. Meski demikian informasi yang didapatkan BANGSAONLINE.com dari sumber lain menyebutkan Cak Imin dikabarkan minta tolong kepada Mahfud MD agar menghentikan gerakan Mabroer MS yang memotori gerakan MLB bersama DPW dan DPC PKB. Mabroer memang Sekretaris MMD Initiative.

“Pak Mahfud bilang, Mabroer memang sekretaris. Tapi Pak Mahfud mengaku tak ikut-ikut soal PKB,” kata sumber BANGSAONLINE.com.

Sementara Mabroer malah tertawa Ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com. Tapi ia mengakui selama ini memang banyak berinteraksi dengan DPW dan DPC PKB. “Mereka pada mengeluh, masak gak diterima,” kata Mabroer kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (23/4/2021).

Namun ia mengaku tak pernah memakai istilah MLB. “Saya hanya berusaha melakukan reformasi karena kondisi PKB sudah banyak yang merasa sumpek,” kata mantan wartawan itu.

Menurut dia, banyak sekali kader PKB yang merasa kecewa, baik kader PKB yang dipecat maupun yang masih duduk sebagai pengurus. Bahkan, menurut dia, jumlahnya mayoritas. “Ada yang langsung melakukan koordinasi dan bergerak di lapangan. Namun ada yang wait and see. Bahkan ada yang menunggu di tikungan. Ya lihat sajalah ke depan,” kata Mabroer.

Sebelumnya, majalah Tempo melaporkan bahwa Cak Imin disebut-sebut sedang mencari perhatian pihak Istana. Manuver Cak Imin mendatangi Gibran, Wali Kota Surakarta, disebut-sebut bagian dari upaya mencari perhatian Istana, terutama Presiden Jokowi.

Namun para pendukung Cak Imin mengatakan bahwa hubungan Cak Imin dengan Istana baik-baik saja.

Seperti diberitakan, sejumlah DPW dan DPC PKB kini melakukan gerakan politik untuk menggelar MLB. Mereka kecewa bukan saja karena Cak Imin dianggap menghilangkan fungsi Dewan Syuro, tapi juga menghilangkan fungsi DPC dan DPW karena semua ketua dan pengurus ditunjuk secara sentralistik dari DPP PKB. Akibatnya, parpol besutan Gus Dur itu kini disebut-sebut oligarkis dan nepotis. (tim)