Ngabuburit Ekologi, Sinergi Kebijakan Penanganan Menuju Trenggalek Pro Iklim

Editor: Tim
Wartawan: Herman Subagyo
Minggu, 25 April 2021 22:33 WIB

Peta zona pertanian lahan kering di kompleks pegunungan Wilis. Sumber: Kementerian LHK

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin bekerja sama dengan Ketua Umum Pelestari Kawasan Willis Topan Ardi menggelar Ngabuburit Ekologi di ruang Smart Center Pendopo Trenggalek, Minggu (25/4).

Dalam paparannya, Bupati Arifin menyampaikan kegiatan ini digelar menyikapi maraknya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor saat musim penghujan, serta kekeringan dan kebakaran hutan saat musim kemarau.

Menurutnya, dengan topografi wilayah meliputi pegunungan, Pemkab Trenggalek memiliki tanggung jawab yang besar dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan.

“Selama ini, kami berupaya untuk menumbuhkan kesadaran warga, baik memberikan teguran maupun penghargaan kepada desa yang telah menjaga kelestarian lingkungan melalui program Adipura Desa yang pada tahun 2021 ini telah memasuki tahun ketiga,” kata Bupati Arifin.

Tahun 2021 ini, Trenggalek juga mencanangkan program Bambo Reforestation, yakni gerakan tanam bambu untuk wilayah hutan kritis, zona tangkapan air, mata air hingga kawasan perlindungan serentak.

Dr. Joko Tri Haryanto, dari Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa perubahan iklim bukan saja masalah bagi daerah, namun sudah menjadi isu global. Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah hendaknya bisa sinergi dalam hal kebijakan program maupun pembiayaan fiskal.

Sementara Ketua Umum Pelestari Kawasan Wilis Topan Ardi mengapresiasi keberanian Bupati Trenggalek untuk menerapkan kebijakan pro iklim.

Menurutnya kebijakan ini akan menjadi payung besar dalam mereduksi kerusakan lingkungan yang kini telah terjadi, mulai dari dampak bisnis tambang, hingga kondisi alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian. (man)