Lapas Kelas IIA Pamekasan Gelar Pembinaan Bakat dan Keterampilan terhadap WBP

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yeyen
Selasa, 27 April 2021 12:27 WIB

Para WBP mengikuti pembinaan bakat dan keterampilan di Lapas Kelas IIA Pamekasan. (foto: ist)

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan melaksanakan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) setempat. Bimbingan dan pembinaan ini bertujuan membantu meningkatkan mutu dan kualitas narapidana dalam mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan minat, bakat, dan keterampilan yang dimiliki.

Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan M. Hanafi menjelaskan, WBP adalah terpidana yang menjalani pidana, dan kemerdekaannya hilang selama di lembaga permasyarakatan. Meski demikian, ada hak-hak narapidana yang tetap dilindungi dalam sistem pemasyarakatan Indonesia.

Hak narapidana diatur dalam Pasal 14 Ayat (1) UU No.12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Salah satunya, yaitu melakukan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya dan mendapatkan upah atau premi atas pekerjaan yang dilakukan.

"Para napi juga mendapatkan kesempatan berasimilasi termasuk cuti mengunjungi keluarga, mendapatkan pendidikan dan pengajaran, yang diartikan bahwa narapidana berhak mendapatkan pembinaan dan pelatihan keterampilan kemandirian," jelas M. Hanafi, Selasa (27/4/2021).

Adapun pelatihan keterampilan yang diberikan Lapas Kelas IIA Pamekasan untuk narapidana meliputi pembuatan pupuk organik dan bercocok tanam, serta bidang perikanan dan peternakan dalam satu kawasan yang bertajuk Nato Farm Camp. Pelatihan ini bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Pamekasan.

Selain itu, ada pula pembinaan bidang wirausaha, yakni dengan melatih narapidana agar bisa membuka usaha cuci motor, hingga pelatihan di bidang konstruksi umum hasil kerja sama dengan Kementerian PUPR. Di antaranya konstruksi bangunan umum, konstruksi besi dengan pengelasannya, yang semuanya dibekali dengan sertifikat.

"Jika para napi itu mengikuti pelatihan dengan serius dan kemudian mempraktikkan ilmu yang didapat dalam kehidupan setelah nanti statusnya bebas, itu akan menjadi bukti nyata manfaat pembinaan di dalam lapas," pungkas M. Hanafi. (yen/zar)