Hama Tikus Rusak Ratusan Hektare Padi di Bojonegoro

Editor: Revol
Wartawan: Eky Nurhadi
Selasa, 24 Februari 2015 14:11 WIB

HAMA TIKUS: Ratusan hektare tanaman padi di Bojonegoro rusak diserang hama tikus. Foto: Eky Nurhadi/BangsaOnline.com

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Tanam padi kedua diawal tahun 2015 ini tampaknya tak begitu mulus dan hasilnya kurang maksimal. Pasalnya, banyak sekali hama yang menyerang tanaman para petani di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya hama tikus.

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, lahan yang ditanami padi di musim penghujan awal tahun ini kurang lebih 500 hektare (ha). Tanaman itu tersebar di beberapa kecamatan di Bojonegoro. Namun, karena banyaknya hama tikus yang menyerang, sebanyak 175 ha tanaman padi mengalami kerusakan dan terancam gagal panen.

"Betul, hama tikus saat ini sedang menyerang tanaman padi di beberapa kecamatan, sementara data yang masuk 175 hektare yang rusak diserang hama tikus," ungkap Kepala Disperta Bojonegoro, Ahmad Djupari, Selasa (24/2/2015).

175 hektare tanaman padi yang rusak itu tersebar dibeberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Kanor seluas 22 ha, Kapas 42 ha, Balen 75 ha, Sumberejo 2 ha, Kepohbaru 20 ha, Bojonegoro 9 ha dan Kecamatan Kalitidu seluas 5 ha.

"Seperti pada tahun sebelumnya, pada saat tanam kedua khususnya di musim penghujan pasti hama tikus selalu menyerang," katanya.

Menurut Djupari, banyaknya tikus di musim penghujan tersebut karena pada saat musim kemarau tikus tersebut sedang berkembang biak disarangnya, sedangkan pada saat musim penghujan seperti saat ini anak-ananknya sudah mulai besar dan mulai mencari makanan.

"Tikus yang merusak tanaman itu rata-rata masih kecil," ujarnya.

Tanaman yang diserang hama tikus itu, kata dia, rata-rata baru berusia satu bulan dan satu bulan setengah. Sebagian juga ada yang mulai berbuah, seperti yang ada di beberapa desa di Kecamatan Kanor. Puluhan hektare tanaman padi yang mulai berbuah dimangsa tikus, batang padi tampak putus-putus bersama daunnya.

Salah satu petani di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Nadhir (45) mengaku sulit untuk mencegah hama tikus tersebut. Sebab, tikus yang menyerang tanamannya itu jumlahnya ratusan tiap malamnya. Ia telah membuktikan pada saat malam berkunjung ke sawahnya untuk sekedar melihat tikus.

"Tenyata luar biasa banyaknya, sampai-sampai saya ngeri melihat banyaknya tikus," katanya.

Ia juga sudah berusaha mengalangi masuknya tikus ke sawahnya dengan plastik spesial pagar sawah. Namun karena banyaknya tikus, plastik setinggi 50 centi meter itu bisa diterjang oleh tikus.

"Ada yang masuk dengan menjebol plastik juga ada yang meloncat tikusnya," tambahnya.

Akibat hama tikus yang menyerang tanaman padi di beberapa daerah di Bojonegoro itu, dipastikan para petani akan mengalami kerugian besar. Sebab, modal awal tanam pun para petani telah mengeluarkan uang yang banyak. Selain itu jika padi pun panen, hasilnya kurang maksimal dan perolehan gabahnya menyusut banyak.