Tekan Inflasi Jelang Idul Fitri, ​Gubernur Khofifah Bersama Tim TPID Jatim Gelar Rakorwil

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Indrayadi
Rabu, 28 April 2021 00:11 WIB

Gubernur Khofifah bersama Kepala BPS Jatim, PLH Sekda Prov Jatim, dan Kepala Perwakilan BI Jatim saat melakukan High Level Meeting dan Rakorwil Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim pada 2021.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BPS Jatim, PLH Sekda Prov Jatim, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim melakukan High Level Meeting dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jatim pada 2021.

Gubernur Khofifah mengatakan, kegiatan ini sangat penting sebagai evaluasi pengawasan pengendalian dari sektor-sektor tertentu menjelang Hari Raya Idul Fitri. "Dalam hal ini yang terlihat di lapangan ada yang mengalami dinamika harga," ujar Khofifah dalam sambutannya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (27/4/21).

Terkait hal itu, menurutnya peran bupati/wali kota, TPID di kabupaten/kota menjadi sangat penting dalam menjaga pasokan agar tetap tersedia. Serta agar stabilisasi harga terjaga, supaya ekonomi bisa berjalan dengan baik.

Sementara Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, Dhifi Ahmad memaparkan pandangannya mengenai inflasi daerah Jatim. Menurutnya, angka inflasi masih dipengaruhi supplay dan demand.

"Namun tahun ini cukup berbeda, biasanya kita memperbanyak supplay, tapi kali ini memulihkan demand dahulu karena masa pandemi jadi memperkuat recovery menjadi prioritas saat ini," bebernya.

"Seperti yang biasanya kita ikuti dalam rakor bersama pusat. Nuansanya mendorong perekonomian. Sangat terasa khususnya di sektor sektor yang paling berat yakni pariwisata, jasa restoran untuk makanan dan minuman. BI sudah habis-habisan menerapkan amunisi untuk meningkatkan demand, tetapi sekarang masih menunggu demand untuk pulih," tuturnya.

Ia berharap, vaksinasi yang saat ini digencarkan pemerintah bisa membantu memulihkan ekonomi. "Sebenarnya ekonomi global sudah mulai pulih, namun belum merata dan itu juga mempengaruhi ekonomi Indonesia," terangnya. Ia mencontohkan seperti kontainer yang berpengaruh terhadap pengiriman ekspor Indonesia.

Menurut Dhifi, ekonomi di Pulau Jawa saat ini cukup baik. "Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia di level 4,1 persen sampai 5,1 persen. Kalau kita melihat sebelumnya memang ada penurunan, tapi angka tersebut realistis sesuai dengan keadaan saat ini," katanya.

"Sementara Jatim masih terus tumbuh. Karena Jatim menunjukkan ekonomi cukup baik, masih ada mitra dagang dikawasan timur sehingga jika perdagangan pulih, apalagi pertanian tidak terdampak. InsyaAllah akan tumbuh 5,1 sampai 5,4 persen," imbuhnya.

Karena itu, untuk mendorong stabilitas inflasi nasional perlu didukung adanya sinergi antar daerah, dengan melimpahnya pasokan komoditas, inflasi Jawa Timur pada Ramadan dan Lebaran diperkirakan akan tetap terkendali, serta membantu provinsi lain menstabilkan inflasi daerah tersebut. (dra/ian)