Pemkab Tuban Siapkan Anggaran Rp10 Miliar untuk Perbaikan Jembatan Glendeng

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
Rabu, 28 April 2021 17:03 WIB

Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein. (foto: ist)

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Tuban telah menyiapkan anggaran senilai Rp10 miliar untuk perbaikan Jembatan Glendeng di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu proses perencanaan dari pihak ketiga yang melibatkan salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.

"Masih menunggu tahap perencanaan. Kita kerja sama dengan perguruan tinggi negeri untuk menyusun perencanaan gambar penampang jembatan," ungkap Wabup Tuban Noor Nahar Hussein saat ditemui BANGSAONLINE.com, Rabu (28/4/2021).

Wabup kelahiran Rengel ini mengatakan, setelah proses perencanaan selesai, baru dapat dilakukan tender untuk pengerjaan jembatan. "Tahap perencanaan saja menelan anggaran Rp50 juta sehingga harus melibatkan pihak ketiga," ungkapnya.

Politikus Senior PKB ini mengaku belum bisa memastikan kapan akan dimulai pengerjaan perbaikan jembatan tersebut. Namun, melihat kondisi kerusakan jembatan tersebut diperkirakan menelan anggaran senilai Rp10 miliar dari APBD tahun 2021.

"Sekarang perencanaannya saja belum jadi, desainnya bagaimana, material dan panjangnya berapa. Setelah semua siap, baru dilakukan tender. Kami perkirakan sekitar Rp10 miliar," tuturnya.

Meski belum diketahui secara pasti pengerjaannya, namun pihaknya optimis dalam waktu dekat ini perbaikan sudah dapat dikerjakan. Dengan begitu, target selesai tahun ini bisa tercapai. "Minimal tahun ini sudah selesai dikerjakan," pungkasnya.

Sebatas diketahui, plengsengan sisi utara Jembatan Glendeng yang menghubungkan Tuban-Bojonegoro dan sebaliknya itu mengalami longsor akibat abrasi Sungai Bengawan Solo sejak 3 November 2020 lalu. Akibatnya, jembatan tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Sementara bagi pengendara mobil pribadi dan truk dari Tuban menuju Bojonegoro atau sebaliknya terpaksa memutar sejauh belasan kilometer melalui Kecamatan Parengan hingga Jembatan Kali Ketek. (gun/zar)