Tekan Sebaran Covid-19, PT KAI Daop 9 Jember: Masa Berlaku Tes PCR dan Antigen Jadi 1x24 Jam

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
Rabu, 28 April 2021 17:44 WIB

Stasiun Kereta Api Kabupaten Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mulai tanggal 18 April lalu sudah memberlakukan perubahan masa rapid test. Pemberlakukan perubahan rapid test ini khusus untuk perjalanan kereta api jarak jauh. Adanya perubahan ini disampaikan oleh Plh Manajer Humas Daop 9 Jember Raditya Mahardika, Rabu (28/4).

"Perlu diinformasikan ke masyarakat pengguna kereta api, terkait rapid ada perubahan masa berlaku bagi penggunaan hasil negatif rapid test PCR dan rapid test antigen," katanya.

Perubahan mengacu adanya kebijakan Surat Edaran No 13 Tahun 2021 dari Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, yakni masa berlaku hasil rapid test yang awalnya 3x24 jam, kini berubah menjadi 1x24 jam.

"Ya ada perubahan, kita menyesuaikan surat edaran dari Satgas Covid-19 untuk upaya menekan penyebaran Covid-19," imbuhnya.

Sementara itu, berlakunya kebijakan baru soal rapid test itu akan dimulai dari keberangkatan tanggal 24 April - 5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021. Sehingga kebijakan ini langsung diterapkan di Daop 9 Jember.

"Sekarang sudah mulai kita berlakukan, maka bagi penumpang bisa menyesuaikan jadwal keberangkatan. Dan untuk Genose masih tetap dengan masa berlaku 1x24 jam," terangnya.

Daop 9 Jember, kata Radit, saat ini telah memberikan layanan tes rapid dan genose. Sedangkan tempatnya ada di stasiun keberangkatan, khususnya di Daop 9 Jember. Untuk rapid bisa dilakukan di Stasiun Jember dan Ketapang, Banyuwangi dengan harga Rp 85 ribu.

"Kalau untuk genose bisa dilakukan di 4 stasiun yakni di Stasiun Jember, Ketapang Banyuwangi, Kali Stail Banyuwangi, dan Probolinggo dengan harga Rp 30 ribu," terangnya.

Ia berharap, bagi calon penumpang menyesuaikan jadwal keberangkatannya dan mematuhi aturan yang berlaku. Sepenuhnya PT KAI memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi kereta api, agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan. (yud/ian)