Harga Beras di Bojonegoro Terus Naik

Editor: Revol
Wartawan: Eky Nurhadi
Selasa, 24 Februari 2015 19:55 WIB

NAIK: Berbagai jenis beras di pasar tradisional Bojonegoro terus mengalami kenaikan. Salah satu pedang bahan pokok makanan sedang menunjukan beras yang dijual. Foto: Eky Nurhadi/BangsaOnline.com

BOJONEGORO (BangsaOnline) - Harga beras di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro terus mengalami kenaikan. Harga beras mulai naik sejak sepekan terakhir. Kenaikan berkisar antara Rp500 perkilogram untuk segala jenis beras.

Menurut salah seorang pedagang beras di Pasar Kota Bojonegoro, Anita, Warga Desa Ledok Wetan, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, mengatakan, kenaikan harga beras itu diduga karena stok beras menipis, sedangkan kebutuhan lebih banyak.

"Kalau secara pastinya tidak tahu mas, namun diduga ya itu (stok menipis,red)," ujarnya, Selasa (24/02/2015).

Anita menambahkan, jika kenaikan harga beras itu berkisar antara Rp500 perkilogram. Seperti misalnya, beras jenis medium, IR64 sebelumnya seharga Rp9.500 sekarang menjadi Rp10.000 perkilogram, sementara untuk beras jenis super sebelumnya Rp11.000 kini menjadi Rp11.500 perkilogram.

Selain itu, untuk beras kualitas rendah juga mengalami kenaikan, dari harga sebelumnya Rp7.000 menjadi Rp8.000, sedang untuk beras hasil panenen ke dua, dari sebelumnya Rp8.500 menjadi R9.000 perkilogram. Kenaikan harga beras ini mempengaruhi penjualan beras.

"Dari sebelumnya sehari bisa menjual lima kwintal, sekarang hanya bisa menjual tiga kwintal," ungkapnya.

Anita mengaku, membeli beras dari daerah Bojonegoro sendiri, seperti dari Desa Trucuk, Desa Bendo, Kecamatan Kapas, sedangkan untuk kualitas super didapat dari Kabupaten Tuban dan Surabaya. "Kenaikan harga beras ini kemungkinan sampai pada musim panen raya bulan Maret," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Basuki membenarkan adanya kenaikan harga beras tersebut. Dia mengatakan, kenaikan harga beras ini karena stok yang ada tidak bisa memenuhi kebutuhan nasional.

"Kita sudah membicarakan kepada pihak Bulog, jika diperlukan, Pemkab siap mengadakan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga beras," ungkapnya.