Wali Kota Blitar Bagikan Bingkisan Lebaran ke Pengurus RT, RW, dan LPMK

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Kamis, 29 April 2021 15:02 WIB

Pemberian bingkisan dilakukan secara simbolis di Balai Kota Kusuma Wicitra, Kamis (29/4/2021). (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Blitar Santoso membagikan bingkisan lebaran kepada pengurus RT, RW, dan LPMK se-Kota Blitar. Pembagian bingkisan lebaran ini sudah menjadi tradisi setiap tahun yang dilakukan Pemkot Blitar. Sama seperti tahun 2020 lalu, tahun ini pemberian bingkisan dilakukan secara simbolis di Balai Kota Kusuma Wicitra, Kamis (29/4/2021).

Santoso mengatakan, setelah penyerahan simbolis di Balai Kota Kusuma Wicitra, seluruh paket bingkisan lebaran akan didistribusikan ke penerima manfaat oleh masing-masing kecamatan. Teknis ini dilakukan untuk menghindari kerumunan sebagai upaya pencegahan Covid-19.

"Ini kami lakukan secara simbolis, untuk menghindari kerumunan. Jadi hanya beberapa perwakilan saja yang datang ke sini (Balai Kota Kusuma Wicitra). Nantinya paket bingkisan ini akan didistribusikan untuk dibagikan per kecamatan," ujar Santoso.

Ada 2.500 paket bingkisan yang dibagikan. Dia berpesan agar penerima manfaat tidak memandang nominalnya, karena pembagian bingkisan ini adalah bentuk kepedulian Pemkot Blitar kepada pengurus RT, RW, dan LPMK. "Yang dibagikan total ada 2.500. Harapan saya jangan dilihat dari nominalnya tapi bagaimana pemkot memberi perhatian, utamanya di masa pandemi ini," ujar Santoso.

Selain menyerahkan bingkisan, Santoso juga berpesan dan memberikan pengarahan kepada para pengurus RT, RW, dan LPMK untuk ikut ambil bagian dalam monitoring kasus Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Utamanya jika ada pendatang atau warga setempat yang pulang kampung atau mudik.

"Kami juga berikan pengarahan soal persiapan mudik lebaran. Kami minta petugas RT, RW, maupun LPMK juga ikut andil dalam memonitor warga di sekitar lingkungannya utamanya pendatang, untuk dilaporkan petugas agar dicek. Jadi jika mereka terpapar bisa segera teratasi," tegas Santoso.

Lebih lanjut, melalui kesempatan itu, Santoso mengatakan bahwa Pemkot Blitar tidak bosan memberikan imbauan agar warga Kota Blitar menunda untuk mudik. Hal ini dilakukan untuk menghindari peningkatan kasus Covid-19, sehingga tidak ada ledakan kasus di Kota Blitar.

"Kami tekankan soal mudik agar lebih hati-hati. Langsung lapor jika ada pemudik untuk dilakukan pengecekan. Kalau terindikasi akan dilakukan karantina lima hari. Kita tidak ingin Kota Blitar terjadi lonjakan kasus hanya karena mudik. Karena tren kasus Kota Blitar sudah berangsur turun," pungkasnya. (ina/zar)