Selesai Karantina, Enam TKI Asal Tuban Dijemput Pulang

Editor: Tim
Wartawan: Gunawan Wihandono
Minggu, 02 Mei 2021 00:00 WIB

Inilah keenam pekerja migran tersebut, yakni, S (41), NH (36), QA (3), S (38). Mereka semua warga Kecamatan Parengan. Kemudian M (48), warga Kecamatan Merakurak, dan BU (58), warga Kecamatan Semandin, Tuban. foto: Gunawan Wihandono/ BANGSAONLINE.com

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak enam Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Tuban dijemput pulang usai menjalani masa karantina di Asrama Haji Surabaya.

Keenam PMI tersebut sebelumnya bekerja di negara Malaysia dan Singapura, namun kontrak kerjanya telah habis. Mereka diwajibkan menjalani karantina selama dua hari, sebelum menuju tempat tinggalnya masing-masing.

"Mereka sebelumnya bekerja di Malaysia dan Singapura, karena masa kontrak kerjanya habis sehingga dipulangkan ke Indonesia," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati, Sabtu (1/5/2021).

Endah menjelaskan, penjemputan dilakukan setelah masa karantina dan hasil tes PCR mereka dinyatakan negatif Covid-19. Setelah itu, setibanya di Tuban mereka juga harus menjalani karantina di Sport Center Tuban selama tiga hari.

Keenam PMI tersebut terdiri dari 4 perempuan dan 2 laki-laki. Mereka berasal dari Kecamatan Parengan, Merakurak, dan Semanding.

"Mereka akan melakukan karantina di Sport Center Tuban selama tiga hari. Setelah karantina selama tiga hari, mereka bakal dites PCR kembali. Jika hasilnya negatif, maka pihak keluarga baru diperbolehkan menjemputnya," imbuh Endah Nurul.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, Gunadi mengatakan pihaknya menyediakan satu armada minibus untuk menjemput enam pekerja migran yang berasal dari Tuban.

"Bersama tim satgas lain menjemput pekerja migran yang sudah menjalani karantina di Surabaya, dan baru tiba di Tuban tadi malam. Selanjutnya PMI ini akan dibawa ke ruang isolasi di Sport Center Tuban untuk menjalani karantina selama tiga hari," katanya.

Gunadi berpesan, agar pihak keluarga PMI tetap tenang dan tidak panik karena belum bisa melakukan penjemputan. Sebab, setelah para PMI tersebut dikarantina di TSC, mereka akan kembali dilakukan swab PCR sampai hasilnya benar-benar negatif. Baru kemudian diteruskan dengan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

"Kami meminta agar para keluarga PMI ini tetap tenang dan tidak tergesa-gesa untuk menjemput keluarganya. Ini juga semata-mata sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Tuban," pungkasnya.

Untuk diketahui, keenam pekerja migran tersebut yakni, S (41), NH (36), QA (3), S (38), mereka semua warga Kecamatan Parengan. Kemudian M (48), warga Kecamatan Merakurak dan BU (58), warga Kecamatan Semanding. (gun)