Tarawih Cepat dan Keseruan Aktivitas Ramadan di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Subaidah
Senin, 03 Mei 2021 16:38 WIB

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan K.H. Linul Qolbih Hamzah. (foto: ist)

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Al Muhajirin yang terletak di Paserean Bawah Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan menjadi terkenal berkat Salat Tarawih super cepat. Salat Tarawih 23 rakaat yang dilakukan, tuntas dalam waktu kurang dari 15 menit. 

Pelaksanaan Salat Tarawih super cepat ini sudah menjadi kegiatan turun-temurun di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Peserta jemaah, tidak hanya dari santri ponpes, namun masyarakat sekitar hingga masyarakat dari desa lain juga tertarik dengan Salat Tarawih super cepat ini.

Pengasuh Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin K.H. Linul Qolbih Hamzah mengatakan, kegiatan tersebut sudah dilakukan turun-temurun di pondok pesantren, hingga dirinya yang menjadi generasi keempat.

"Sudah menjadi tradisi kami di sini, Salat Tarawih cepat. Namun untuk salat wajib, kami lakukan seperti biasa. Cepat atau lambat dalam salat sama saja, yang penting tuma'ninahnya dijaga," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com.

Sementara itu, dengan dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren, setelah Salat Tarawih para santri dianjurkan untuk membaca Surat Yasin, istigfar, dan tasbih untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara.

"Sebelum tadarus, kami baca Yasin 1 kali, istigfar 41 kali dan tasbih 41 kali. Ini kami niatkan berdoa untuk keselamatan umat Islam, bangsa, dan berdoa agar Covid-19 segera berakhir," ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan upaya yang dilakukannya ini bisa menjadi salah satu cara dan ikhtiar sebagai umat muslim dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin tidak hanya fokus pada pendidikan agama, para santri juga diajarkan untuk saling peduli terhadap keadaan sosial masyarakat. (ida/uzi/zar)