MoU Ditandatangani, Pembangunan Lapas Terintegrasi di Kota Pasuruan Segera Terealisasi

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ardianzah
Selasa, 04 Mei 2021 11:23 WIB

Menko Polhukam RI Prof. Mahfud MD saat meninjau lokasi pembangunan Lapas Terintagrasi di Kota Pasuruan didampingi Wali Kota Gus Ipul dan Wakil Wali Kota Mas Adi.

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pembangunan lapas terintegrasi pertama di Indonesia di Kota Pasuruan, akan segera terealisasi dalam waktu dekat. Berdiri di lahan seluas 5 hektare, lapas terintegrasi itu akan dilengkapi dengan rumah sakit rehabilitasi dan pondok pesantren sebagaimana usulan Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi).

Hal ini terungkap usai ditandatanganinya nota kesepahaman antara Kanwil Kemenkumham Jatim dengan Pemkot Pasuruan, serta nota perjanjian kerja sama antara Pemkot Pasuruan dengan Lapas Kelas IIB Pasuruan tentang hibah barang milik daerah berupa aset tanah milik Pemkot Pasuruan untuk tentang pembangunan lapas terintegrasi di Kota Pasuruan.

Acara penandatanganan yang diselenggarakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan, Senin (3/5/2021), dihadiri oleh Menko Polhukam RI Prof. Mahfud MD, Deputi I & III Polhukam RI, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim, Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Jatim, Jajaran Forkopimda Jatim, Wakapolda Jatim, Kasdam V Brawijaya, dan tamu undangan lainnya.

Sementara itu, selaku tuan rumah, Gus Ipul dan Mas Adi didampingi Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan, jajaran forkopimda, dan perangkat daerah Kota Pasuruan terkait.

Selain menyampaikan kesanggupannya untuk menghibahkan aset Pemkot Pasuruan berupa tanah yang digunakan sebagai tempat dibangunnya lapas terintegrasi, Gus Ipul juga menyampaikan permohonan izin bahwa jika telah direlokasi dan lapas baru digunakan, maka lapas lama dapat dihibahkan kepada Pemkot Pasuruan untuk dijadikan wisata heritage terintegrasi.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan, pembangunan lapas terintegrasi ini dapat membina narapidana secara utuh, sehingga saat bebas dari lapas dapat hidup normal di tengah masyarakat.

"Karena pembinaan bisa dilakukan secara terencana, bertahap, terukur, terus-menerus, dan sistematis. Mulai dari membuat efek jera, rehabilitasi, dan dicukupi dengan keterampilan," ujar Gus Ipul. (ard/par/zar)