Peringatan Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Launching HBNO TV

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Didi Rosadi
Rabu, 05 Mei 2021 19:47 WIB

PCNU Kota Surabaya memperingati Nuzulul Quran sekaligus launching HBNO TV di aula Kantor PCNU Surabaya. (foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Malam 23 Ramadan 1442 H, PCNU Kota Surabaya menggelar peringatan Nuzulul Quran dirangkai dengan launching HBNO TV Channel milik PCNU Kota Surabaya, Selasa (4/5/2021) malam.

Kegiatan yang dibuka dengan pembacaan selawat nabi itu dihadiri Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya K.H. Mas Sulaiman Nur, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya Dr. K.H. Ahmad Muhibbin Zuhri, M.Ag., Wakil Syuriah PWNU Jatim K.H. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, dan jajaran pengurus PCNU dan MWC hingga ranting NU se-Kota Surabaya.

Ketua PCNU Kota Surabaya Dr. K.H. Ahmad Muhibbin Zuhri, M.Ag., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid karena masih pandemi Covid-19, sehingga dibatasi yang hadir langsung. Namun seluruh ranting NU se-Kota Surabaya bisa mengikuti melalui daring di HBNU Channel.

“Kita berharap melalui kegiatan Nuzulul Quran ini bisa mendapatkan keberkahan Alquran dan Ramadan khususnya agar bisa terhindar dari siksa api neraka,” katanya.

Diakui Muhibbin, kegiatan tahunan ini biasanya dilaksanakan di Taman Bungkul Surabaya. Namun sejak tahun lalu, hanya dilaksanakan di kantor PCNU lantaran ada pandemi Covid-19, sehingga protokol kesehatan harus dipatuhi.

Kepengurusan baru PCNU Kota Surabaya masa khidmah 2021-2026, lanjut Dosen UIN Sunan Ampel ini, memiliki tantangan yang tak ringan. Di samping harus menghadapi pandemi juga harus bisa menangkal tumbuh kembangnya paham Islam yang radikal.

"Kita harus bisa menerima dengan ikhlas dan sabar. Namun tak diam diri sesuai kemampuan masing-masing harus bisa inovatif dan kreatif agar dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin yang menjadi misi NU bisa terus berjalan,” harap Muhibbin.

Salah satu upaya yang dilakukan PCNU Surabaya adalah dengan membuat HBNO Channel sebagai sarana media dakwah NU melalui platform medsos seperti YouTube, Instagram, Twitter, dan Facebook.

“HBNO Channel sudah dimulai sejak awal Ramadan 1442 H dengan membuat pengajian setiap sore menghadirkan narasumber dari kalangan NU yang memiliki kompetensi terkait berbagai persoalan masyarakat dengan pendekatan agama Islam ala pemikiran ulama-ulama NU yang mengedepankan prinsip moderat (tawasut), tawazun, dan i’tidal," jelasnya.

"Jadi launching HBNO Channel ini hanya untuk lebih menyosialisasikan ke masyarakat agar memiliki pilihan yang lebih banyak terkait konten keislaman yang Rahmatan Lil Alamin yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Nuzulul Quran. Ayo ajak warga Kota Surabaya untuk subscribe HBNO Channel YouTube agar bisa eksis untuk dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakapolrestabes Kota Surabaya AKBP Hartoyo mengaku berterima kasih dan mengajak warga NU supaya bisa memaknai Nuzulul Quran di masa pandemi dengan mengutip pernyataan Kemenag yakni mendahulukan yang wajib yaitu bagaimana bisa selamat bagi diri sendiri dan orang lain.

“NU punya peran besar untuk memutus sebaran Covid-19 di Surabaya khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tegasnya.

Khusus HBNO Channel, Hartoyo juga sangat mendukung karena NU Surabaya bisa mengikuti perkembangan zaman karena sebentar lagi sudah memasuki era 5.0. “Media ini bisa jadi media dakwah di masa pandemi dan bisa bermanfaat bagi seluruh umat khususnya warga nahdliyin,” jelasnya.

Secara khusus, Hartoyo juga menyampaikan pesan Kapolrestabes Surabaya yang meminta warga Surabaya tetap waspada terhadap sebaran Covid-19 agar Indonesia tak mengalami nasib serupa dengan India. Pasalnya, ada 14 ribuan PMI masuk dan sebagian terdeteksi terpapar mutasi virus Covid-19 dari India.

“Pemerintah sudah berupaya melakukan karantina di Asrama Haji Surabaya untuk PMI yang terdeteksi ada gejala terpapar Covid-19 di mana yang terbanyak itu berasal dari Madura. Sedangkan yang terpapar mutasi Covid-19 asal India telah ditemukan 2 orang PMI di Jakarta. Makanya kita harus selalu waspada dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Masih di tempat yang sama, K.H. Agoes Ali Masyhuri dalam ceramahnya mengatakan bahwa setiap amal itu bergantung pada niatnya. Sebutir amal kebaikan akan lebih baik dan bermakna jika punya niat ikhlas. Sebaliknya kewajiban akan sia-sia jika tidak diniati dengan baik dan ikhlas.

Ulama Besar Dunnun Almisri ini mengatakan bahwa ciri orang yang beramal ikhlas adalah tidak malas, tidak mudah putus asa jika menemui kesulitan, dan senantiasa bergantung Allah. Sedangkan tanda seseorang yang ikhlas dalam beramal adalah pujian dan celaan manusia dianggap sama saja, bila beramal yang dipandang adalah wajah keridaan Allah bukan pujian manusia, bila beramal pahalanya ingin bertemu di akhirat nanti sehingga tak ada pencitraan dan kepentingan sesaat.

“Mudah-mudahan PCNU Surabaya seperti itu, mudun ndak mudun SK PCNU Kota Surabaya tetap jalan. Belajarlah dari masa lalu, hiduplah masa kini, dan rencanakan masa depan, sehingga NU Surabaya bisa terus menjadi percontohan,” pinta Gus Ali, sapaan akrabnya.

Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat itu menegaskan bahwa TV itu padat modal sehingga harus dikelola secara profesional. “NU itu lahir di Surabaya, jadi NU Surabaya harus besar, sehingga harus punya jiwa besar dan pikiran besar,” jelas Wakil Syuriah PWNU Jatim ini.

Secara khusus dia juga mengingatkan bahwa organisasi akan kuat dan menjadi pemenang di tengah-tengah masyarakat jika mempunyai tiga kekuatan, yaitu kekuatan nyata dan kematangan ideologi, punya basic kemapanan ekonomi, dan punya kemapanan budaya local wisdom.

“Menyongsong 1 abad NU bagaimana NU punya kemandirian ekonomi jangan selalu tangan di bawah terus supaya NU punya wibawa. NU itu harus mau berbagi, harus merangkul jangan memukul,” harap Gus Ali. (mdr/zar)