Dharma Lautan Utama Distribusikan Bantuan Logistik bagi Korban Gempa Bumi di Lumajang

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Imron Ghozali
Kamis, 06 Mei 2021 21:12 WIB

Distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Pronojiwo. (foto: ist)

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Sejak sebulan pascaterjadinya gempa tektonik berkuatan 6,7 SR di Kabupaten Lumajang, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir. Salah satunya datang dari perusahaan swasta moda transportasi PT Dharma Lautan Utama (DLU). Bersama mitra usahanya, PT DLU menyalurkan bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (6/5)2021.

Penasihat Utama PT Dharma Lautan Utama sekaligus Dewan Pakar DPP Gerindra Ir. H. Bambang Haryo Soekartono bersama Direktur Utama Dharma Lautan Utama Erwin H. Poedjono, S.E., beserta jajaran direksi secara langsung menyerahkan bantuan logistik kepada Desa Sidomulyo.

Selanjutnya bantuan tersebut diserahkan kepada warga terdampak gempa. Bantuan logistik yang disalurkan di antaranya tandon 25 pcs, beras 3 ton, sembako, gula, kebutuhan medis, dan kebutuhan bayi.

Ir. H. Bambang Haryo Soekartono menjelaskan, pihaknya bersama jajaran direksi Dharma Lautan Utama melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan mendistribusikan kebutuhan-kebutuhan pokok seperti tandon air, terpal, beras, gula, minyak dan kebutuhan pokok lainnya.

"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan BPBD Kabupaten Lumajang kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan untuk para korban bencana gempa bumi," ujar Bambang.

Menurut dia, bakti sosial ini akan dilakukan secara merata di Kecamatan Pronojiwo yang mengalami kerusakan sangat parah. "Khususnya di desa yang terdampak paling parah yaitu Desa Sidomulyo dan Desa Taman Ayu di Kecamatan Pronojiwo," ungkapnya.

Selain mendistribusikan, Bambang bersama rombongan juga melakukan kunjungan kepada warga terdampak sangat parah. Bahkan rumah warga itu pun sudah tak tersisa. "Kami juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga yang terdampak dan melihat banyak sekali gerakan swadaya dari masyarakat sendiri dengan membangun tenda untuk tempat tinggal sementara bagi mereka," terangnya.

Bambang berharap, agar pemerintah daerah dengan program yang sudah dicanangkan yaitu Program Huntara berupa pembangunan rumah tipe 36 untuk setiap korban dapat segera terealisasi karena menjadi kebutuhan pokok dan utama dari masyarakat saat ini.

"Kami juga mengapresiasi adanya bantuan konseling trauma healing yang memang sangat dibutuhkan khususnya untuk anak-anak korban bencana," pungkasnya. (ron/zar)