Ulama, Rektor, Hingga Kakanwil Jatim Kumpul Doakan Bangsa dan para Pemimpin RI

Editor: mma
Jumat, 07 Mei 2021 11:04 WIB

Para ulama dan tokoh Jawa Timur dalam acara salat malam dan istighatsah yang dipimpin Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jl Siwalankerto Utara, Kamis (6/5/2021) malam. foto: mma/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Puluhan ulama, kiai, dan tokoh masyarakat Jawa Timur berkumpul dalam acara salat malam dan istighatsah di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Kamis (6/5/2021) malam. Mereka berdoa untuk keselamatan bangsa dan para pemimpin Indonesia.

Para tokoh Jatim itu antara lain, Rektor Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) Prof. Dr. Masdar Hilmy, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Ahmad Zayadi, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangi KH. Hisyam Syafaat, Kepala Badan Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Dr. KH. M. Sujak, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur KH. Drs. M. Roziqi, Ketua Yayasan Khadijah Surabaya Prof. Dr. KH. Ridwan Nasir, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin, mantan ketua umum MUI Jatim KH. Abdusshomad Bukhori, dan sejumlah para kiai pengasuh pondok pesantren dari seluruh Jawa Timur.

Mereka berkumpul di kediaman Ning Imah, salah seorang putri Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Para tokoh dan kiai itu melakukan salat malam sebanyak 12 rakaat dengan enam kali salam. Yang jadi imam adalah Kiai Asep Saifudin Chalim, sang sahibul ma’had. “Kita mendoakan bangsa dan para pemimpin bangsa, mulai dari bupati, gubernur, hingga presiden agar mereka kuat dan sukses serta bermanfaat bagi Islam,” kata Kiai Asep yang memiliki 12 ribu lebih santri.

Usai rakaat ke-12, mereka langsung sujud sambil berdoa. Sujud itu cukup lama karena selain berdoa untuk bangsa dan para pemimpin Republik Indonesia (RI) juga berdoa untuk diri sendiri. Mereka mendoakan para bupati, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga Presiden dan Wakil Presiden RI Jokowi dan KH Ma’ruf Amin.

“Karena banyak sekali bencana, mulai dari terbakarnya kilang minyak Pertamina Balongan, gempa bumi di Malang, hingga tenggelamnya kapal selam Nanggala 402,” kata Kiai Asep.

Khusus Gubernur Khofifah, Kiai Asep tidak hanya mendoakan sukses memimpin Jawa Timur, tapi juga sukses menjadi pemimpin nasional. “Semoga jadi Presiden Republik Indonesia,” kata Kiai Asep saat memimpin doa. Para kiai dan tokoh yang hadir mengamini.

Kiai Asep yakin doa-doa yang dipanjatkan akan terkabul karena dilaksanakan pada malam Jumat sekaligus malam tanggal 25 Ramadan. Bahkan Kiai Asep optimistis mendapatkan Lailatul Qadar.

“Malam Jumat adalah lailatul istijabah (malam terkabulnya doa) dan malam tanggal 25 adalah ganjil. Insyaalah kita mendapatkan Lailatul Qadar,” kata ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Usai salat malam dan istighatsah, Kiai Asep mempersilakan para ulama dan tokoh itu untuk sahur bersama. Kiai Asep mengaku ada yang usul bahwa setelah Lebaran acara ini dilanjutkan tiap bulan sekali. “Saya setuju,” kata Kiai Asep yang dikenal sebagai kiai miliarder tapi dermawan itu. (mma)