BPCB: Struktur Bata Kuno di Kota Blitar Tunjukkan Adanya Aktivitas Masa Lalu di Lokasi Temuan

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Jumat, 07 Mei 2021 14:25 WIB

Struktur batu bata kuno yang ditemukan di area persawahan di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Struktur batu bata kuno yang ditemukan di area persawahan di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, menunjukkan adanya aktivitas masa lalu di lokasi temuan. Hal ini diutarakan Balai Besar Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.

Arkeolog dari BPCB Jawa Timur Nonuk Kristina mengatakan, kesimpulan ini berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan BPCB di lokasi temuan. "Kalau kita memprediksi harus ada data pendukung. Namun menurut data awal, di tempat ini pernah ada aktivitas di masa lalu. Dengan temuan persebaran pecahan gerabah di sekitar tumpukan batu bata," ujar Nonuk.

Dia menjelaskan, struktur bata tersebut disebut sebagai bagian dari aktivitas masa lalu, setelah dilakukan identifikasi. Ukuran batu bata tersebut diketahui berdimensi sekitar 6 cm x 20 cm x 30 cm. Ukuran ini juga merupakan bukti struktur tersebut merupakan peninggalan kuno periode kerajaan masa lalu.

"Nanti langkah pelestarian kita awali dari pengecekan ini. Kemudian dilakukan penanganan dan dilakukan perekaman data secara arkeologis objek dan lingkungannya. Kalau memang berpotensi, akan kami rekomendasikan survei ekskavasi untuk melihat lebih jauh potensinya. Jika ada potensi besar akan kami lakukan eskavasi penyelamatan," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, struktur bata kuno ditemukan di Kota Blitar. Struktur bata yang diduga bagian dari bangunan masa lampau itu ditemukan di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Struktur bata ini pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang sedang menggarap sawah usai hujan deras mengguyur Kota Blitar. Awalnya yang ditemukan hanya sebuah bata berukuran besar yang modelnya tidak seperti bentuk bata di zaman modern. Penasaran, mereka akhirnya mencoba mencari lagi bata di sekitar temuan pertama. Ternyata di bagian bawah masih banyak tumpukan mirip dengan struktur candi. Setelah itu mereka melaporkan temuan ini ke Kelurahan dan dilanjutkan ke kecamatan. (ina/zar)