​Sertijab Bupati-Wabup Pacitan, Khofifah: Jatim Penyumbang Padi 18,2% Tertinggi se-Indonesia

Editor: MMA
Jumat, 07 Mei 2021 19:11 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan dapam prosesi serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Pacitan terpilih di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jumat (7/5). foto: ist/ bangsaonline.com

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri prosesi serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Pacitan terpilih di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jumat (7/5). Sebelumnya, Gubernur melantik Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Senin, 26 April 2021.

Secara khusus, Gubernur Khofifah meminta kepada Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wakil Bupati Pacitan Gagarin fokus memberikan penguatan di sektor pertanian, perikanan, wisata, serta SDM, utamanya di sektor pendidikan vokasi.

"Saya menyampaikan apresiasi, karena Pak Bupati yang sudah menyampaikan dengan detail. Hari ini sektor pertanian sangat butuh beradaptasi dengan teknologi pertanian, begitu juga dengan sektor perikanan. Bagaimana menguatkan nilai tambah nelayan itu juga penting," harapnya.

Khofifah memaparkan bagaimana sektor pertanian terus tumbuh positif, utamanya dalam jenis tanaman padi meskipun dalam keadaan pandemi. Berdasarkan data BPS tercatat produksi padi di Jawa Timur tahun 2020 sebanyak 9.944.538 ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 363.600 ton atau 3,97%. Dengan capaian itu, maka Provinsi Jatim menjadi penyumbang 18,2% produksi padi nasional sekaligus tertinggi di Indonesia.

"Kita juga pastikan nilai tukar petani dan nilai tukar nelayan juga tumbuh positif saat pandemi covid-19. Saat ini market pasar ikan ke luar negeri juga cukup besar. Oleh karena itu, kita berharap adanya penguatan hilirisasi," ungkap Khofifah.

Terkait peningkatan nilai tambah tersebut, Khofifah menegaskan bahwa hal itu bisa dikaitkan dengan langkah petik, olah, kemas, dan jual.

"Kalau misalnya program ini ketemu dengan format teknologi yang tepat. Format petik, olah, kemas, jual bisa diterapkan untuk meningkatkan nilai tambah petani dan nelayan lebih signifikan lagi," paparnya.

Penekanan di sektor pertanian ini, sebut Khofifah, juga merujuk pada struktur utama perekonomian di Kab. Pacitan pada 2020 di mana bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan berada di posisi pertama yaitu sebesar 28,59%. Angka tersebut tumbuh sebesar 3,80% dari 2020 yang lalu. Maka dari itu Pemkab Pacitan diharap bisa memanfaatkan keunggulan tersebut mengingat sektor pertanian dinilai tidak terlalu terpengaruh pandemi Covid-19.

Selanjutnya, di posisi kedua terdapat sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 17,28%. Lalu disusul sektor kontruksi sebesar 9,39%.

"Di sektor ini diharapkan bisa dilakukan penguatan di bidang pendidikan vokasinya," ujarnya.

Gubernur Khofifah menyebut, pendidikan vokasi bisa menjadi kunci utama kemajuan SDM di Kabupati Pacitan.

"Selain itu, penguatan pendidikan vokasi juga sangat penting. Utamanya dalam digitalisasi sistemnya. Format-format yang bisa mensinergikan semuanya saya rasa semakin terbuka. Sehingga nantinya, pendidikan vokasi ini bisa menjadi unsur penguatan utamanya dalam bidang skill yang bisa membawa percepatan kemajuan Pacitan kedepannya," imbuhnya.

Mantan Menteri Sosial RI itu juga memberikan dukungan penuh kepada Bupati Indrata dan Wakil Bupati Gagarin terhadap program yang akan diambil untuk memajukan Kab. Pacitan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Indeks Gini Kabupaten Pacitan dari 2019-2020 menunjukan penurunan ratio. Tercatat pada 2019 berada pada 0,371% dan turun menjadi 0,325% pada 2020. Itu artinya ketimpangan sosial di Pacitan makin kecil. Hal itu juga berseiring dengan rendahnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Pacitan sebesar 2,02%. Ini merupakan TPT terkecil se-Jatim.

Masih dalam paparannya, Khofifah juga menjelaskan soal bagaimana pentingnya penguatan daya beli masyarakat. Karena pada dasarnya perekonomian di Jatim terkontribusi oleh konsumsi masyarakat sebesar 60,04%.

Tak hanya kepada Bupati dan Wakil Bupati Pacitan terpilih, Gubernur Khofifah juga meminta kerja keras Tim Penggerak PKK Kabupaten Pacitan dalam hal penanganan stunting.

Pasalnya, menurut bulan timbang pada Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) per Agustus 2020, prevalensi stunting Kab. Pacitan berada pada angka 34,47. Sementara angka tersebut masih jauh di atas rata-rata Jawa Timur yang berada pada angka 26,86.

Melihat kondisi itu, Khofifah meminta perlu adanya perhatian khusus. Kendati soal Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) Kabupaten Pacitan terpantau rendah dari daerah lainnya.

"Stunting di Pacitan ini yang harus dijadikan PR (Pekerjaan Rumah). Ikannya Pacitan luar biasa, bisa jadi supply gizi yang bagus bagi masyarakat," pesan Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan, proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan pada 28 April 2021 yang lalu menjadi titik awal pengabdiannya kepada masyarakat Pacitan.

"Pengabdian seorang pemimpin kepada masyarakatnya seperti pengabdian yang dicontohkan oleh pemimpin sebelumnya yakni dengan prinsip mengutamakan rakyat," ungkapnya.

Bupati Indrata berharap dan berkomitmen untuk berikhtiar melayani masyarakat. Dirinya tidak menginginkan keinginan tersebut hanya sebatas semboyan semata.

"Akan tetapi menjadi sebuah semangat bekerja bagi kepentingan masyarakat sekaligus sebagai pengingat dalam sebuah kebijakan yang akan diambil rakyatlah harus diutamakan," ujarnya.

Tantangan ke depan, lanjut Indrata, yakni masih tingginya angka kemiskinan sebesar 14.54% pada 2020. Di mana angka tersebut di atas rata-rata Provinsi Jatim, yaitu 11.09% pada Maret 2020. Untuk itu, Pemkab Pacitan akan berupaya menghadirkan kebijakan yang mampu memenuhi basic need dan kebutuhan dasar masyarakat Kabypaten Pacitan.

"Perlu lompatan-lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan Pacitan dari kabupaten/kota lainnya. Bukan lagi birokrasi bekerja dengan pola-pola linier, monoton," pungkasnya.