Peduli Terhadap Dunia Pendidikan, Kiai Asep Dianugerahi Penghargaan Tokoh Pendidikan Islam Kultural

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Rochmat Saiful Aris
Sabtu, 08 Mei 2021 15:11 WIB

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim menerima piagam penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Islam Kultural Jatim 2021 dari Direktur Eksekutif ARCI bertempat di IKHAC, Bendungan Jati, Sabtu (8/5).

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Islam Kultural Jatim 2021 dari lembaga Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI). Piagam penghargaan itu diserahkan langsung oleh Baihaki Sirajt, Direktur Eksekutif ARCI bertempat di IKHAC, Bendungan Jati, Sabtu (8/5).

Dalam ARCI Awards dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional ini ada tiga kategori, yakni, Tokoh Pendidikan Islam Kultural Jatim, Tokoh Pendidikan Vokasi dan Kewirausahaan Jatim, dan Tokoh Literasi Millenial Jatim.

Menurut Baihaki, Kiai Asep Saifuddin Chalim sangat layak menerima anugerah penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan Islam Kultural berdasarkan indikator kepedulian eksistensi pesantren dalam membentuk karakter santri yang siap menghadapi tantangan zaman.

"Santri yang ditempa dalam kalangan pesantren adalah semua generasi. Karena spirit dakwah pesantren bisa dirasakan oleh semua pihak, termasuk yang tidak nyantri secara full dalam lingkungan kompleks pesantren. Pentingnya Islam Kultural karena kemerdekaan Indonesia tak lepas dari perjuangan santri zaman dulu. Dan nilai-nilai dalam Islam sangat penting sebagai ruh pendidikan," bebernya.

"Kiai Asep dipilih karena memiliki pesantren terkemuka dan ketokohannya memang sangat mewarnai di Jawa Timur," tambahnya.

Sementara itu Kiai Asep mengaku kaget mendapatkan ARCI Awards, karena tidak mengenal lembaga tersebut.

"Terima kasih atas ARCI Awards yang sudah diberikan. Ketika saya memulai pendidikan, banyak yang menertawakannya. Namun kini, alhamdulilah hingga saat ini, saya bisa mempunyai santri sekitar 12.000, belum lagi mahasiswa S1, S2, bahkan hingga S3," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Kiai Asep juga menceritakan kiprah Istitut KH. Abdul Chalim (IKHAC). "Dalam 6 tahun ini, IKHAC sudah berhasil hingga S3, mungkin ini yang pertama di Jawa Timur. Sebelumnya pondok pesantren kami juga banyak menerima award atau penghargaan. Di antaranya adalah pada 2017 mendapat award The Most Favoriting School in Indonesia,” katanya.

Tidak hanya itu, pada 2018, tutur Kiai Asep, Amanatul Ummah juga mendapat pernghargaan The Best Tutoring System School in Indonesia. Lalu pada 2019, mendapat penghargaan sebagai Lembaga Pendidikan Modern Inspiratif Nomor Satu di Indonesia.

"Tahun ini (2020) mendapat The Exellent Quality Education of Twenty-twenty," pungkasnya. (ris/rev)