Puluhan Guru Ngaji Kampung di Kediri Dapat Kado Ramadan dari Yayasan Guru Bansa

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Minggu, 09 Mei 2021 10:58 WIB

Yayasan Guru Bansa saat menyerahkan kado Ramadan kepada salah satu guru ngaji kampung (kiri). (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan guru ngaji kampung di Kediri Raya menerima kado Ramadan dari Yayasan Guru Bansa (Guyub Rukun Bantu Sosial), Sabtu (8/5/2021) kemarin.

Yayasan yang bermarkas di Desa Sri Katon, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri ini sengaja memberikan kado menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 H sebagai bentuk apresiasi kepada guru ngaji kampung yang tanpa mengenal lelah dan ikhlas telah berjasa mengenalkan baca tulis Alquran dan mengajarkan akhlak mulia.

Aan Junaidi, Ketua Bidang Keagamaan Yayasan Guru Bansa mengungkapkan, guru ngaji kampung selama ini menerima honor sangat minim, bahkan ada yang tidak mendapatkan honor. Tak jarang mereka juga luput dari perhatian pemerintah.

"Dengan pemberian kado Ramadan tersebut, bisa sedikit merasakan kebahagiaan di hari lebaran bersama keluarga," harapnya.

Aan Junaidi menjelaskan bahwa kado Ramadan ini berupa uang tunai sebesar 100 ribu rupiah, 1 toples kue astor, 1 kg gula pasir, 1 kg detergen, 5 buah sabun mandi, 5 bungkus mi instan, 1 kotak teh celup, dan 1 liter minyak goreng yang dibagikan. Total ada 59 guru ngaji yang tersebar di wilayah Kota Kediri dan Kabupaten Kediri mendapatkan kado tersebut.

"Meski nilai dari kado untuk guru ngaji kampung tidak seberapa, diharapkan gerakan ini mampu menginspirasi pihak lain untuk turut peduli pada guru ngaji kampung," terang Aan Junaidi.

Sebelumnya, lanjut Aan, Yayasan Guru Bansa telah memberikan bisyaroh kepada 30 guru ngaji berupa uang sebesar 100 ribu rupiah setiap bulan langsung ke rekening bank mereka. Program bisyaroh ini telah berlangsung sejak 10 bulan lalu, tepatnya Agustus 2020.

Aan menambahkan, keberadaan mereka selaras dengan program vertikal horizontal milik Yayasan Guru Bansa, yaitu kegiatan ngangsu kaweruh kepada ustaz, kiai, dan tokoh agama untuk menggapai cinta dan rida-Nya Allah.

"Program kado Ramadan guru ngaji kampung ini, program baru dari bidang keagamaan, Insya Allah program ini akan dijalankan pada tahun-tahun berikutnya," ujarnya.

Dijelaskan oleh Aan, Yayasan Guru Bansa berawal dari gerakan sebuah komunitas sedekah Jumat bernama Rolling Charity (Roty) yang berarti sedekah bergulir. "Roty ini sudah menjalankan aktivitasnya sejak Agustus 2016. Diharapkan melalui Yayasan Guru Bansa, gerakan sosial ini bisa bergerak lebih luas, masif, dan berkesinambungan," imbuh Aan.

Selain kado Ramadan kepada guru ngaji kampung, masih menurut Aan, Yayasan Guru Bansa juga mempunyai 8 program kegiatan yang sudah berjalan, pertama yaitu Rolling Charity (Roty) atau sedekah bergulir yaitu pemberian sedekah kepada para duafa setiap hari Jumat.

Kedua, Jumat Berkah Berbagi (Jumberbeg) yaitu pengadaan barang kebutuhan rumah tangga, usaha, dan lainnya untuk duafa yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Ketiga, Bedah Rumah, yaitu pembuatan rumah baru layak huni untuk para duafa yang belum memiliki rumah atau renovasi rumah duafa yang tidak layak huni yang dilaksanakan sebulan sekali.

Keempat, Bisyaroh untuk Guru Ngaji, yaitu pemberian uang tunai kepada guru ngaji secara rutin setiap bulan. Kelima, Mobil Reaksi Cepat, yaitu mobil antarjemput pasien untuk berobat secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun (gratis mobil, bensin, dan sopir) yang dilaksanakan setiap hari dengan layanan selama 24 jam.

Keenam, Sanggar Sehat Guru Bansa, yaitu pemeriksaan kesehatan gratis (kolesterol, darah tinggi, gula darah, asam urat, tekanan darah, dll) dan terapi tibbun nabawi gratis (pijat, bekam, rukiah, gurah)

"Ketujuh yaitu Mustahiq to Mazakky, yakni program pelatihan dan bantuan modal usaha untuk orang yang kami santuni (Mustahiq) yang masih mampu bekerja dengan harapan setelah dilatih akan mempunyai kemampuan kerja atau berwirausaha sehingga ke depan bisa membantu orang lain dengan menjadi donatur (Muzakky). Dan terakhir yakni Bakti Sosial, yaitu pembagian sembako dan santunan kepada para duafa, kegiatan ini bersifat insidental (saat bencana, Covid-19, peringatan hari besar, Ramadan, dan yang lainnya)," jelasnya.

Sementara itu, Ustaz Imam Muhtarom, salah satu penerima kado Ramadan mengaku sangat bahagia dengan pemberian kado Ramadan untuk guru ngaji kampung karena bantuan bagi guru ngaji biasanya datang dari pemerintah desa setahun sekali, itu pun jumlahnya tidak terlalu besar.

Muhtarom juga berharap Yayasan Guru Bansa bisa membantu pengembangan kapasitas dan kualitas guru dalam mengajar dengan mendatangkan ahli Quran dan tajwid untuk menaskhih bacaan guru ngaji. (uji/zar)