Bocah Pembakar Rumah di Sidoarjo Mengaku Sering Diperlakukan Kasar

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy Erlambang
Minggu, 09 Mei 2021 20:00 WIB

Kondisi rumah usai kebakaran yang menghanguskan tembok.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kebakaran sebuah rumah di Perumahan Citra Sentosa Mandiri (CSM) di Desa Jambangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo menyisakan cerita yang cukup panjang.

Rumah milik Andrian Ashrianto itu ternyata dibakar oleh seorang bocah atau anak yang statusnya masih pelajar SMP yang tinggal di kompleks perumahan tersebut, Sabtu (8/5/2021) malam sekitar pukul 18.30 WIB.

Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong. “Saat kejadian, penghuni rumah sedang berbuka puasa di luar,” ujar Kapolsek Candi Kompol Yulie Krisna.

Api baru berhasil dipadamkan setelah 2 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi kejadian. Dan setelah api padam, rumah pun hangus. Untungnya, tidak sampai ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Dari sana, petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan beberapa barang bukti. Kemudian diketahui bahwa kebakaran itu berawal dari ulah seorang anak yang tinggal di kawasan itu.

Informasi yang berhasil dihimpun, bocah ini masuk ke dalam rumah. Entah apa yang dilakukan, kemudian dia membakar kasur di rumah itu. Kemudian api membesar dan terjadilah kebakaran tersebut.

Tak lama berselang setelah kejadian, petugas mengamankan bocah tersebut ke Polsek Candi. Kemudian, karena dia masih berstatus anak di bawah umur, pemeriksaan dilanjutkan ke Polresta Sidoarjo.

“Iya, pelakunya dibawa ke polres. Sekarang ditangani oleh Unit PPA Satreskim Polresta Sidoarjo karena dia berstatus anak di bawah umur,” terang Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji saat dikonfirasi.

Dalam pemeriksaan oleh unit PPA, diketahui bahwa anak itu beberapa kali melakukan hal serupa. Di tempat berbeda, dia pernah membakar kursi, juga pernah membakar sesuai lainnya. Tapi untungnya ketahuan sehingga tidak berakibat fatal.

Beda dengan yang terakhir, dia membakar kasur di rumah yang sedang tidak ada penghuninya. Sehingga api terus membesar dan mengakibatkan kebakaran di rumah tersebut.

Ketika ditanyai petugas Unit PPA, anak pelaku pembakaran itu mengaku mencari pelampiasan karena dia sering dimarahi dan mendapat perlakuan kasar dari lingkungan rumahnya. Dia juga mengaku sering berlama-lama main game online.

“Untuk memastikan semua terkait peristiwa itu, petugas masih pelan-pelan memintai keterangan pelaku ini. Dan dalam pemeriksaan lanjutan, kami akan melibatkan pihak-pihak lain. Termasuk komnas anak dan sebagainya,” pungkas Sumardji. (cat/ian)