Paguyuban Sopir di Kediri Dukung Warga Tidak Mudik

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Minggu, 09 Mei 2021 20:03 WIB

Para sopir mengampanyekan larangan mudik untuk mendukung kebijakan pemerintah. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Puluhan sopir yang tergabung dalam Perkumpulan Sopir Joyoboyo Nusantara (PSJN) dan Aliansi Pengemudi Indonesia (API) Kediri Raya menggelar aksi kampanye tidak mudik. Aksi tersebut untuk mendukung pemerintah yang melarang warga agar tidak mudik atau pulang kampung.

Kampanye jangan mudik tersebut dilakukan para sopir di depan terminal barang (terminal bus lama) Kota Kediri, yang merupakan tempat bongkar muat barang dari luar Kota Kediri.

Dalam aksinya, para sopir juga membentangkan spanduk berukuran besar, yang berisi imbauan agar tidak mudik dan selalu jaga kesehatan, untuk menekan penyebaran virus corona. Selain berkampanye untuk tidak mudik, para sopir juga membagikan takjil dan masker kepada pengguna jalan.

Andi Baharudin, koordinator aksi menjelaskan, aksi kampanye ini dilakukan sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang melarang warga untuk mudik lebaran.

"Jadi kami mengimbau kepada para driver dan juga pengendara yang lewat, agar jangan mudik dan selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid 19." ujarnya, Minggu (9/5).

Sedangkan Suyono, Ketua PSJN Kediri mengatakan, ada sekitar 2.000 paket takjil berisi makanan kecil dan minuman yang dibagikan kepada pengguna jalan. "Ini merupakan iuran kami para sopir untuk saling berbagi sekaligus mengampanyekan jangan mudik," terangnya.

Wahyudi, salah-satu pengendara yang menerima paket takjil mengaku senang dengan aksi para sopir yang membagi-bagikan takjil sekaligus memberikan imbauan agar tak mudik.

"Kami juga setuju dengan aksi para sopir yang mengimbau warga agar tidak mudik. Karena langkah tersebut diambil pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona," kata Wahyudi. (uji/rev)