​Disiplin Laksanakan Protokol Kesehatan, Ning Fitri Apresiasi Kader Ansor

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Minggu, 09 Mei 2021 22:58 WIB

Dra. Aida Fitriati, M. Pd.I, Anggota DPRD Jatim Dapil III saat melaksanakan reses II 2021 bersama kader GP Ansor Kabupaten Pasuruan. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dua tahun sudah negeri ini dilanda pandemi global, Covid-19. Tak terkecuali provinsi Jawa Timur. Namun kabar baiknya, perilaku positif masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) semakin tinggi. Pernyataan ini disampaikan anggota DPRD Jatim asal daerah pemilihan III, Aida Fitriati.

Wakil Ketua Fraksi PKB itu menyontohkan saat ia melaksanakan reses II 2021 dalam kurun waktu 4 - 11 Mei. Seluruh audiens atau masyarakat sudah menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Termasuk saat ia melaksanakan reses bersama kader Gerakan Pemuda Ansor pada Selasa (4/5/2021) lalu.

"Sejak reses pertama bersama kader GP Ansor sampai reses terakhir dengan ibu-ibu Muslimat NU Kabupaten Pasuruan, seluruh protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik. Mulai mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak," tutur perempuan yang akrab disapa Ning Fitri itu, Minggu (9/5/2021).

Ketua Muslimat NU Kabupaten Pasuruan ini mengaku terkesan dengan kedisiplinan kader GP Ansor Kabupaten Pasuruan dalam melaksanakan prokes. Ia berharap para kader Ansor itu bisa menjadi pelopor prokes Covid-19 di masyarakat.

Ning Fitri menilai secara umum sumberdaya manusia (SDM) para kader Ansor sudah sangat baik. Hal itu terlihat dari tingginya kesadaran mereka dalam usaha menekan potensi penularan Covid-19, baik secara individu mau pun lingkungan.

"Saya berharap para kader Ansor ini bisa menjadi pelopor di masyarakat dalam sosialisasi maupun penerapan protokol kesehatan Covid-19," ujar cucu pendiri GP Ansor, KH. Wahab Chasbullah tersebut.

Ning Fitri juga mengingatkan konstituen di daerah pemilihan, agar saling mengingatkan saudara mau pun kerabat untuk tidak dulu melakukan tradisi mudik Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, saat ini masih dalam kondisi pandemi.

Anggota Komisi E ini juga menyerap sejumlah aspirasi dari konstituen yang merupakan orangtua siswa. Mereka mayoritas menginginkan agar pendidikan tatap muka kembali dilaksanakan, sehingga anak-anak kembali belajar di sekolah.

"Saya kira tentunya pemprov melakukan persiapan-persiapan terkait rencana pelaksanaan pendidikan tatap muka kembali dibuka. Terpenting, prioritasnya tetap kesehatan dan keselamatan siswa didik dan para guru," pungkasnya. (mdr/ian)