Legenda Gunung Bromo Dibuat Motion Comic

Editor: nisa
Rabu, 25 Februari 2015 21:14 WIB

LEGENDA. Rudhi menunjukkan motion comic tentang Legenda Gunung Bromo karyanya. foto : nisa/bangsaonline

SURABAYA (bangsaonline) - Bentuk penghargaan terhadap cerita rakyat asli Indonesia berjudul Legenda Gunung Bromo, seorang mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) membuat motion comic-nya sebagai tugas akhir. Mahasiswa tersebut Rudhi Soegiarto, Program Studi Multimedia Fakultas Teknik. 

Dalam motion comic berdurasi sekitar 10 menitan itu, dikisahkan mengenai Roro Anteng sampai bertemu Jaka Seger. Jaka Seger dan Rara Anteng menikah dan karena lama tidak dikaruniai anak, merek berdua berdia kepada Yang Kuasa untuk dikaruniai anak dan berjanji akan mempersembahkan salah satu keturunannya untuk Gunung Bromo. Anak ke 25 bernama Jaya Kusuma terlahir dengan sangat sempurna dibandingkan saudara lainnya. Namun Jaka Seger harus menepati janjinya dengan menyerahkan Jaya Kusuma kepada Yang Kuasa. Akhir kisahnya mengenai keinginan Jaya Kusuma agar ada sesaji yang dimasukkan ke kawah Bromo dalam Upacara Kesodo. 

“Komik ini bisa dilihat dan diinstal dalam handphone android. “Motion comic ini saya bikin dengan target remaja usia 16-18 tahun. Hanphone-nya harus diinstal adobe air dulu sebagai plug in player,” ujar Rudhi, Rabu (25/2/2015). Untuk bisa menginstal komik ini, hanphone android harus memiliki RAM minimal 1 giga, prosesor 1,6 giga Hz, serta space memory 60 mega. 

Kenapa memilih kisah Legenda Gunung Bromo? “Saya kan asli Probolinggo. Gunung Bromo yang dihuni oleh masyarakat Suku Tengger ini menyimpan banyak misteri baik dari segi sejarah dan ditambah dengan kehidupan masyarakat Tengger. Pengembangan media publikasi untuk cerita rakyat Gunung Bromo inipun tidak berkembang dengan baik. Selama ini hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, buku cerita, dan film pendek,” jawabnya. 

“Ingin berbuat sesuatu saja dengan apa yang saya punya. Kebetulan cerita rakyat ini sudah lama sekali tidak terdengar lagi apalagi usia kuliah begini hehehe. Jadi membangkitkan kecintaan kembali terhadap cerita nusantara yang tak kalah seru sengan komik luar negeri,” lanjutnya.
Dalam pembuatan motion comic yang menghabiskan waktu 3 bulan pengerjaan, Rudhi menggunakan program Adobe Flash. Dengan menggunakan format .apk , pria kelahiran 1991 ini dibantu temannya untuk urusan sound dan suara untuk narasi komik.

Sang dosen pembimbing menyarankan Rudhi untuk memasukkan motion comicnya ini ke playstore atau android market supaya masyarakat bisa menikmati aplikasi ini. “Besar harapan saya Rudhi melanjutkan cerita rakyat Indonesia lainnya supaya cerita asli ini tidak makin pudar,” ungkap Andre ST MSc selaku pembimbing.