Pemprov Jatim Beri Santunan 2.137 Keluarga Korban Meninggal Akibat Covid-19

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Indrayadi
Senin, 10 Mei 2021 17:46 WIB

Penyerahan bantuan kepada keluarga korban meninggal akibat Covid-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (10/5/2021).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan kepada warga Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (10/5/2021). Penyerahan tersebut dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Perencanaan Iuran dan Keuangan BPJS Provinsi Jatim Sistri Sembodo dan para kepala OPD Provinsi Jatim.

Bantuan yang diserahkan, di antaranya yakni berupa santunan korban meninggal akibat Covid-19 tahap pertama sebanyak 2.137 orang masing-masing 5 juta rupiah, pemberian KIS (Kartu Indonesia Sehat) untuk klien UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sejumlah 2.256 buah. Pemberian bantuan kewirausahaan bagi warga binaan/eks klien Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebanyak 100 orang, dan penyerahan 39 unit sepeda motor kepada Tagana.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa belasungkawa kepada para keluarga korban meninggal akibat Covid-19. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena saat ada layanan kesehatan yang dibutuhkan bisa terkover semuanya.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Tagana berupa 39 unit motor untuk mempercepat tugas mereka yang mungkin tidak bisa dijangkau jika menggunakan mobil. "Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada Taruna Siaga Bencana (Tagana) atas dedikasi mereka terutama saat terjadi bencana alam, sosial, dan kondisi darurat lainnya. Tagana ini bukan pegawai lho, mereka adalah relawan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Dr. Alwi, M.Hum., mengatakan bahwa bantuan tersebut sudah sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan dana yang ada di APBD.

"Jadi kami minta keluarga bersabar karena prosesnya bertahap. Agar lancar, tahap pertama bantuan ini kami selesaikan dahulu, baru nanti membahas langkah-langkah untuk tahap selanjutnya," ujarnya.

Alwi menambahkan, penerima bantuan tahap pertama ini sebanyak 2.137 dari 2.142 orang yang sudah mengajukan ke kementerian.

"Makanya kami proses lebih awal karena mereka sebelumnya sudah pernah mengajukan. Sementara 5 orang yang belum, mungkin ada salah di administrasinya," tutupnya. (dra/zar)