Tak Sediakan Sarana Pendukung Prokes, Pengelola Toko Pakaian di Kota Blitar Dapat Teguran Petugas

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Selasa, 11 Mei 2021 09:57 WIB

Para pembeli diminta untuk keluar dari dalam toko, mereka diminta untuk antre di luar toko dan masuk secara bergantian. (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah pusat perbelanjaan dan toko pakaian di Kota Blitar dipadati pembeli. Salah satunya di Jalan Ciliwung Kota Blitar. Sebuah toko pakaian tampak dipadati pembeli, mereka berdesak-desakan di dalam toko yang ruangannya terbilang cukup sempit.

Tanpa pikir panjang, petugas gabungan polisi dan Satpol PP Kota Blitar yang sedang melakukan patroli operasi yustisi mendatangi toko tersebut.

"Masya Allah, tolong antre. Keluar dahulu, masuknya gantian," ujar seorang polwan saat melihat kerumunan pembeli memadati seluruh sisi ruang di dalam toko.

Para pembeli diminta untuk keluar dari dalam toko, mereka diminta untuk antre di luar toko dan masuk secara bergantian. Tak hanya itu, petugas juga memberikan teguran kepada pengelola karena membiarkan terjadinya kerumunan dan tidak ada sarana penunjang protokol kesehatan di dalam toko.

KA SPKT Polres Blitar Kota Ipda Yuno Sukaito yang memimpin jalannya kegiatan mengatakan, pihaknya mendukung pelaku usaha untuk menjalankan usaha guna memutar roda perekonomian. Namun pihaknya meminta agar pemilik tempat usaha bisa bekerja sama untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Kami memberi teguran kepada pengelola yang membiarkan adanya kerumunan dan tidak menyediakan sarana pendukung prokes. Silakan menjalankan usaha, namun tolong kerja samanya," ujar Yuno.

Selain toko baju di Jalan Ciliwung, petugas juga mendatangi sebuah toko baju di Jalan Tanjung dan sebuah warung angkringan di Jalan TGP Kota Blitar. Dari tiga tempat tersebut setidaknya ada 13 teguran lisan, 2 teguran tertulis, dan satu sanksi tipiring yang diberikan kepada pemilik usaha maupun pengunjung.

"Kami mohon masyarakat terus meningkatkan kesadarannya. Jangan sampai hanya karena keinginan beli baju baru atau sekadar nongkrong kemudian tertular corona," pungkasnya. (ina/zar)