H-2 Lebaran, Kakorsabhara Polri Pantau Pos Penyekatan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Teguh Prayitno
Selasa, 11 Mei 2021 16:59 WIB

Tim Supervisi Mabes Polri yang dipimpin Kakorsabhara Polri Irjen Pol. Nanang Avianto melakukan pengecekan dan pemantauan di pos check point penyekatan antarprovinsi Operasi Ketupat Semeru 2021 Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi, Selasa (11/5/2021). (foto: ist)

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Tim Supervisi Mabes Polri yang dipimpin Kakorsabhara Polri Irjen Pol. Nanang Avianto melakukan pengecekan dan pemantauan di pos check point penyekatan antarprovinsi Operasi Ketupat Semeru 2021 Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi, Selasa (11/5/2021).

Hal ini dilakukan guna mengetahui secara langsung kondisi pelabuhan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali tersebut, saat diberlakukannya larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021. Larangan mudik itu sendiri sebagai upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung.

"Operasi ketupat dari tahun ke tahun selalu kami gelar. Tetapi yang membedakan, dahulu kami mengamankan jalanya mudik, jika sekarang bagaimana supaya masyarakat tetap di rumah saja (dilarang mudik karena pandemi Covid-19)," kata Irjen Pol. Nanang Avianto kepada wartawan saat meninjau Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi.

Dalam kunjungan tersebut, jenderal bintang dua itu pun memastikan protokol kesehatan selalu diterapkan oleh masyarakat yang keluar masuk di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang.

"Kita wajib disiplin diri menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi badai Covid-19 seperti negara lainnya. Untuk itu, mari kita saling mengingatkan, jangan mudik tetap di rumah saja, dan selalu patuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Nanang meminta petugas gabungan dalam operasi ketupat ini untuk tetap selalu siaga mengantisipasi masyarakat yang nekat mudik di waktu-waktu tertentu.

"Kami sudah punya protap untuk menghentikan mereka dengan menanyakan syarat perjalanan termasuk surat keterangan bebas Covid-19. Jangan sampai yang bersangkutan memiliki surat keterangan palsu, sehingga yang ditakutkan orang tersebut positif Covid-19 dan menjangkiti orang banyak," jelasnya.

Irjen Pol. Nanang juga menilai bahwasanya sosialisasi adanya larangan mudik di Kabupaten Banyuwangi dianggap berhasil. Pasalnya, situasi lengang di sepanjang perjalanan di Kota Gandrung menandakan jika masyarakatnya tidak banyak beraktivitas di luar meski lebaran sudah memasuki H-2.

"Sehingga petugas tidak bekerja berat melakukan penyekatan karena masyarakat di Banyuwangi disiplin," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Nanang, yang juga perlu diwaspadai saat usai lebaran, di mana tempat wisata menjadi jujukan masyarakat berlibur dalam rangka merayakan lebaran. "Jika di Banyuwangi tempat wisata dibuka selama lebaran, kami minta agar protokol kesehatan dijalankan secara ketat sebagaimana kebijakan pemerintah daerah masing-masing," pintanya.

Sementara dalam kunjungannya di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Irjen Pol. Nanang juga memberikan bantuan alat kesehatan kepada petugas gabungan, untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19. (guh/zar)