Menjelang Libur Lebaran 2021, Bupati Jember Instruksikan Jajaran Perketat Prokes

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
Selasa, 11 Mei 2021 18:16 WIB

Bupati Jember Hendy Siswanto.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Tidak mau kecolongan, Bupati Jember Hendy Siswanto akhirnya membuat kebijakan untuk menyikapi libur Lebaran Idul Fitri 1442 H di masa pandemi Covid-19 yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Ia menginstruksikan kepada seluruh unsur pemerintahan di bawahnya untuk meminimalisir pergerakan masyarakat. Karena hal itu dikhawatirkan dapat membentuk klaster baru di masyarakat. Khusus untuk dinas pariwisata, Bupati Hendy memberikan instruksi khusus agar mengawasi protokol kesehatan pada tempat-tempat wisata yang berpeluang didatangi oleh banyak orang selama masa liburan.

Berikut instruksi bupati kepada Dinas Pariwisata:

1. Untuk dilakukan pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum/tempat wisata/taman dengan menerapkan kewajiban screening test antigen/genose untuk fasilitas berbayar/lokasi wisata indoor;

2. Menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk fasilitas umum/lokasi wisata outdoor;

3. Untuk daerah dengan zona orange dan zona merah maka kegiatan masyarakat di fasilitas umum/tempat wisata/taman dilarang.

Instruksi Bupati Jember kepada Satgas Covid-19 tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa

1. Secara masif dan terus menerus melaksanakan pengecekan di lapangan untuk mencegah kerumunan masyarakat.

2. Secara optimal menjaga dan mengatur lalu lintas orang di pusat-pusat keramaian (mal, pasar, stasiun).

3. Bertindak secara tegas, humanis, dan tidak ragu-ragu untuk batasi, bahkan membubarkan masyarakat yang menimbulkan kerumunan.

4. Beri tauladan sikap perilaku sehari-hari melalui kegiatan internal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

5. Bersatu padu, kompak, solid bersama-sama menjaga Kabupaten Jember selama bulan Ramadhan, Menjelang dan Pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021

Instruksi Bupati Jember kepada Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD):

1. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan aktif dalam mencegah dan mengatasi aktivitas publik yang dapat menggangu ketenteraman dan ketertiban masyarakat, berkumpul/kerumunan masa di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan (pusat perbelanjaan dan restoran), tempat wisata dan fasilitas ibadah, selama Bulan Ramadhan dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 serta melakukan antisipasi terhadap kondisi cuaca yang berpotensi terjadinya bencana alam (banjir, gempa, tanah longsor, dan gunung meletus).

Instruksi Bupati Jember kepada Dinas Perhubungan dan Satpol PP:

1. Untuk melakukan penguatan, pengendalian, pengawasan terhadap perjalanan orang pada Posko check point bersama-sama TNI dan Polri selama Bulan Ramadhan, menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021.

Instruksi Bupati Jember kepada Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan:

1. Melakukan upaya lebih intensif untuk menjaga stabilitas harga (terutama harga pangan), dan memastikan kelancaran distribusi pangan dari dan ke lokasi penjualan/pasar.

Instruksi Bupati Jember kepada Bagian Kesejahteraan Masyarakat:

1. Untuk mengimbau pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.

Instruksi Bupati Jember kepada camat, lurah, dan kepala desa

1. Posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan memiliki empat fungsi antara lain:

a. Pencegahan;

b. Penanganan;

c. Pembinaan; dan

d. Pendukung pelaksanaan penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan.

2. Pemberlakuan PPKM Mikro diperpanjang sejak tanggal 4 Mei 2021 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021.

3. Untuk mengimbau pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, berdasarkan pengumumam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.

4. Masyarakat yang melakukan perjalan lintas Provinsi/Kabupaten/Kota tanpa memiliki dokumen administrasi perjalanan tertentu sebagaimana telah diatur oleh Pemerintah selama bulan Ramadhan, Menjelang dan Pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 maka camat, lurah, dan kepala desa melalui posko desa/kelurahan menyiapkan tempat karantina mandiri selama 5x24 jam dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat dan biaya karantina dibebankan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan lintas;

Instruksi Bupati Jember kepada Dinas Kesehatan dan rumah sakit:

1. Melalui kegiatan promotif agar mengitensifkan kembali protokol kesehatan dan upaya penanganan kesehatan (membagikan masker dan menggunakan masker yang baik benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan),

2. Memperkuat kemampuan tracking, sistem, dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang ICU, dan tempat isolasi/karantina).

3. Koordinasi antar daerah yang berdekatan melalui sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) untuk redistribusi pasien dan tenaga kesehatan sesuai kewenangan masing-masing. (yud/eko/ian)