Kembangakan UMKM di Surabaya, Wali Kota Eri Teken MoU dengan 15 Stakeholder

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Indrayadi
Selasa, 01 Juni 2021 21:12 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) perjanjian kerja sama dengan 15 mitra kerja atau stakeholder.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di momen peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-728, Wali Kota Eri Cahyadi melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) perjanjian kerja sama dengan 15 mitra kerja atau stakeholder. Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan pelayanan serta kesejahteraan warga Surabaya.

Eri mengatakan bahwa salah satu esensi dari kerja sama ini adalah bagaimana mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya. Termasuk pula dalam upaya pendampingan serta membantu pemasarannya.

"Kita mengembangkan UMKM ada pendampingan dan pemasaran. Nanti semuanya akan membantu mengumpulkan, meningkatkan kemampuan UMKM, termasuk dengan pemasarannya," katanya.

Dalam masa pandemi ini, seluruh kegiatan dibatasi termasuk dalam proses pemasaran produk UMKM. Maka pemasaran secara online jadi salah satu opsi yang dapat dilakukan. Terlebih, pangsa pasar melalui online dapat menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan mancanegara.

Sejauh ini para stakeholder di Surabaya sangat mendukung dan antusias menjalin kerja sama dengan pemkot. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan perguruan tinggi di Surabaya. Setidaknya ada 15 stakeholder yang melakukan MoU kerja sama dengan Pemkot Surabaya.

Di antaranya, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek), PT Grab Teknologi Indonesia, PT Tokopedia, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, Universitas Wijaya Putra, Universitas Ciputra, dan Universitas 17 Agustus.

Ada pula Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya, Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, PT H.M Sampoerna, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, Universitas Negeri Surabaya, PT MPM Honda, serta Kementerian Agama dan Pengadilan Agama.

Eri pun selalu menyampaikan bahwa keberhasilan dalam membangun sebuah kota itu adalah ketika seluruh stakeholder sudah menjadi bagian dari pembangunan. "Insya allah kota itu akan berhasil. Dan pemimpin yang berhasil itu adalah ketika semua pemimpin dan stakeholder di Kota Surabaya menjadi satu bagian," ujarnya. (dra/ian)