Seandainya Gempa dan Tsunami Terjadi di Blitar, Ini Saran dari BMKG

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
Rabu, 09 Juni 2021 00:40 WIB

Kepala BMKG saat mengecek kondisi jalur evakuasi di Blitar selatan.

KOTA BLITAR, BANGSAONLINE.com - Soal potensi gempa dan tsunami, Kota Blitar tak luput dari perhatian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Saat bertemu dengan Wali Kota Blitar, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, meski posisi Kota Blitar aman dari dampak tsunami, namun harus disiapkan mitigasi jika skenario potensi gempa berkekuatan 8,7 M terjadi.

"Kalau tsunami tidak akan sampai ke Kota Blitar. Namun Kota Blitar ini kan tanahnya pasir lepas jadi meskipun pusat gempanya ini jauh, getarannya di Kota Blitar menguat. Poinnya harus menyiapkan bangunan yang ada di kota, utamanya bangunan vital seperti rumah sakit, sekolah, kantor, dan mal harus dicek benar-benar ketahanannya terhadap gempa. Dan menyiapkan masyarakatnya apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi," tutur Dwikora.

Selain itu, masyarakat harus diberi pengetahuan bagaimana menghadapi bencana. Terutama bagi mereka yang beraktivitas di dalam gedung.

"Misalnya untuk anak sekolah bagaimana menyelamatkan diri saat ada gempa. Kemudian mereka yang berada di dalam mal dan gedung-gedung bertingkat," paparnya.

Sementara Wali Kota Blitar Santoso menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan mitigasi bencana bersama masyarakat. Dia meminta masyarakat diberi pengetahuan sebagai bekal menghadapi bencana.

"Meski tidak terjangkau tsunami namun gempa harus diwaspadai. Apalagi jika kekuatannya di atas 7 magnitudo. Ini akan berdampak ke bangunan. Makanya kita berharap OPD siap melakukan pembekalan kepada masyarakat, jika terjadi bencana minimal dampak bisa diminimalisir," ujar Santoso.

Sebelum menemui Wali Kota Blitar, Dwikorita juga menemui Bupati Blitar Rini Syarifah, serta mengecek dan memverifikasi jalur evakuasi di Blitar selatan. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui, apakah kondisi di lapangan telah sesuai dengan peta yang disiapkan BMKG atau belum. (ina/ian)