Jatim Cetak Tren Vaksinasi Tertinggi se-Indonesia ​dalam Program 'Serbuan Vaksinasi'

Editor: MMA
Jumat, 11 Juni 2021 19:52 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang meninjau pelaksanaan 'Serbuan Vaksinasi' di Jatim utamanya di dua daerah yakni Kabupaten Kediri dan Kabupaten Lamongan, Kamis (10/6/2021). Foto: ist

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Program 'Serbuan Vaksinasi' yang digagas Panglima TNI dan Kapolri sukses mendorong capaian vaksinasi Covid-19 di Jawa Timur. Bahkan lewat program Serbuan Vaksinasi', Kamis (10/6/2021), mencatatkan tren capaian vaksinasi harian tertinggi di Jawa Timur.

Vaksinasi di tanggal 10 Juni 2021 untuk Jawa Timur mencapai 131.640 dosis. Angka tersebut menjadi capaian harian tertinggi sejak tanggal 14 Januari 2021, yang merupakan hari pertama dimulainya vaksinasi di Jawa Timur tahun 2021 ini.

"Terima kasih Bapak Panglima TNI dan juga Kapolri atas program Serbuan Vaksinasi ini. Kami dari Jawa Timur terus mengupayakan agar vaksinasi bisa merata diberikan pada kelompok sasaran vaksinasi, termasuk anggota TNI dan juga Polri agar segera dapat terwujud kekebalan komunitas," ucap Gubernur Khofifah saat mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang meninjau pelaksanaan 'Serbuan Vaksinasi' di Jatim utamanya di dua daerah yakni Kabupaten Kediri dan Kabupaten Lamongan, Kamis (10/6/2021).

Menurut Khofifah, vaksinasi pada personel TNI-Polri, keluarga besar TNI-Polri, purnawirawan TNI-Polri, dan lansia tersebut, membantu mendorong percepatan tercapaianya kekebalan komunitas bagi warga Jawa Timur.

Program ini juga sukses membawa Jawa Timur sebagai provinsi tertinggi capaian vaksinasi covid-19 baik untuk dosis satu maupun dosis kedua. Jatim menjadi provinsi tertinggi capaian vaksinasi, di atas provinsi lain di Indonesia.

Rombongan yang didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Ganip Warsito itu, disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setibanya di Lanudal Bandar Udara Juanda Sidoarjo.

Dalam kunjungannya di kedua lokasi vaksinasi, Convention Hall Kabupaten Kediri dan Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Gubernur Khofifah juga mengatakan, kesuksesan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Lamongan dalam mengendalikan kasus aktif dan pelaksanaan vaksinasi merupakan bentuk kolaborasi dari semua pihak yang terukur dan dilakukan secara berkesinambungan terutama dengan tiga pilar yaitu Kepala Daerah, TNI dan POLRI.

Bahkan, koordinasi dan sinergi antara jajaran Pemkab Kediri dan Pemkab Lamongan bersama Kapolres maupun Dandim memberi dampak signifikan bagi turunnya kasus Covid-19 di kedua wilayah pasca libur Hari Raya.

Khusus pelaksanaan vaksinasi di Kediri, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga bersyukur pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Kediri terus mendapat respon yang positif dari masyarakat. Terutama kemampuan memvaksinasi para orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sungguh patut di apresiasi.

Ia menyebut, Kabupaten Kediri rata-rata pelaksanaan vaksinasi harian mampu memberikan vaksin sebanyak 2.270 vaksin kepada masyarakat. Capaian tertinggi dari pelaksanaan vaksin terjadi pada Bulan Maret 2021 sebanyak 5.165 pemberian vaksin kepada masyarakat Kediri.

Sedangkan untuk Kabupaten Lamongan, tercatat 72,72% dosis vaksin sudah didistribusikan ke masyarakat atau setara 113.958 dosis dari total 156.710 dosis vaksin yang diterima Pemkab Lamongan. Ditambah dengan 2.000 dosis vaksin pada giat Serbuan Vaksin sore itu, diharapkan proses percepatan vaksinasi kepada masyarakat bisa terus didorong.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjanjanto memberi apresiasi atas keberhasilan Pemkab Kediri dan Lamongan yang bisa menurunkan laju penyebaran Covid-19 di wilayahnya yang diawal pandemi Covid kasus positifnya tertinggi dan saat ini terbawah.

Panglima menilai salah satu bentuk keberhasilan dari Pemkab Kediri tersebut tak lepas dari penerapan 3K yakni (Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi) kepada seluruh satuan tugas penanganan Covid-19 di kedua wilayah.

"Saya yakin penurunan kasus aktif di Kediri tidak lepas dari peran serta seluruh element di Kediri yang mampu menerapkan 3 K dengan sangat baik. Kami meyakini terdapat pola komunikasi yang baik dan dilaksanakan dengan tiga pilar di daerah. Dengan mampu melakukan koordinasi yang efektif sehingga terbukti setiap pilar mempunyai kemampuan melalui bentuk kolaborasi bersama kerja keras dari jajaran Tenaga Kesehatan yang ada," ungkapnya.

Tak hanya di Kediri, teruntuk satgas Covid-19 yang berada di Lamongan, Panglima TNI secara khusus menyampaikan apresisasinya atas langkah cepat dalam mengendalikan klaster Desa Sidodowo.

"Saya ingin melihat secara langsung klaster perkembangan di Desa Sidodowo dan ternyata sudah dilakukan tindakan mitigasi sesuai prosedur yang ada. Dan di desa tersebut telah dilakukan pembatasan dan isolasi berskala mikro," terang Panglima TNI.

Sementara Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit menyambut baik upaya Pemkab Kediri yang bisa menurunkan angka Bed Occupancy Ratio (BOR) dibawah 30 persen.

"Ini adalah kesempatan kepada bupati dan kapolres untuk meningkatkan bersama sinergitas 3 pilar agar kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan kepatuhan untuk lebih taat protokol kesehatan (prokes) yang ada," tegasnya.

Bupati Kediri Haninditho menyampaikan, bahwa saat ini kondisi Covid-19 di Kab. Kediri berada di Zona Orange dan hingga saat ini terus bekerja keras untuk masuk di Zona Kuning. Begitu juga dengan pelaksanaan vaksinasi yang terus diberikan kepada masyarakat penerima.

"Kami akan terus bekerja keras agar penyebaran Covid-19 bisa terus terkendali di Kabupaten Kediri," katanya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan Kapolres dan Dandim telah berkolaborasi penuh utamanya dalam penanganan klaster hajatan di Desa Sidodowo.

"Kami telah melakukan lockdown sepenuhnya di Desa Sidodowo dan dalam pengawasan penuh dari Polres, Kodim dan Satgas Covid-19," ucapnya. (tim)