Pasca-Penertiban Tempat Usaha di Bantaran Brantas, Pelaku Usaha Diajak Tingkatkan Prokes

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
Sabtu, 12 Juni 2021 09:17 WIB

Suasana sore di warung lesehan bantaran Sungai Brantas, utara Jembatan Brawijaya Kota Kediri. foto: Muji Harjita/ BANGSONLINE.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Warung lesehan di area Bantaran Sungai Brantas, Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri sempat dilakukan penutupan yang disebabkan adanya kerumunan, Rabu (09/06) sore lalu. Namun akhirnya dibuka lagi, dengan syarat, pengelola war harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Guna menekan penyebaran Covid-19 di Kelurahan Mojoroto, kelurahan setempat mengadakan pertemuan koordinasi pencegahan kerumunan tempat usaha. Pertemuan dihadiri Kanit Binmas Polsek Mojoroto Zainuri, Kasit Trantib Satpol PP Sentot Nanang, Paguyuban Pengusaha Bantaran Sungai Brantas, Ketua RW 7, Ketua RT 21, 3 Pilar Kelurahan Mojoroto, dan para pelaku usaha, pada Jumat (11/06) di Balai Kelurahan Mojoroto.

Achmad Koharudin, Lurah Mojoroto mengumpulkan para pelaku usaha untuk diberi pengarahan tertib protokol kesehatan. Koordinasi dilakukan setelah ada laporan kerumunan di warung-warung Bantaran Sungai Brantas.

“Pemerintah tidak bermusuhan dengan pelaku usaha, tapi bekerjasama untuk menanggulangi mewabahnya virus corona. Kita tidak menginginkan di Kota Kediri terjadi kondisi serupa di Kota Kudus dan Kabupaten Madura,”kata Lurah Mojoroto.

Sementara itu, Bambang Tri Lasmono, Camat Mojoroto, menyampaikan kegiatan ini juga menjadi upaya Pemkot memulihkan ekonomi dengan peningkatan protokol kesehatan sesuai arahan Wali Kota Kediri. Hasil dari koordinasi, disepakati bahwa para pelaku usaha dipersilakan membuka warungnya mulai pukul 08.00 WIB dan tutup total pukul 18.00 WIB.

Selain itu, lahan parkir dibuat lebih tertib agar tidak terjadi kerumunan. Kecamatan akan mengirim Linmas berseragam dengan membawa pengeras suara berkeliling untuk mengingatkan pengunjung agar taat protokol kesehatan.

Isya, salah satu pelaku usaha pemilik warung di Bantaran Sungai Brantas mengatakan, sejak lebaran lokasi di sepanjang Bantaran Sungai Brantas ramai pengunjung. Hal itu karena memang pemandangannya sangat bagus untuk bersantai.

Selain kawasan Bantaran Sungai Brantas yang ditutup, penutupan sementara oleh Satpol PP Kota Kediri juga terjadi di salah satu gerai makanan cepat saji di Kota Kediri. Penyebabnya, adanya kerumunan ojek online yang berjubel mengantre bertepatan promo gerai tersebut. (uji/ns)