Tanya-Jawab Islam: Enam Tahun Pisah Ranjang, Tapi Masih Satu Rumah, Mohon Pencerahan

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB

Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr. Wb Kiai. Sebelumnya saya minta maaf pagi-pagi sudah mengganggu. Saya seorang ibu rumah tangga, umur saya 45 tahun dan sudah memiliki 3 anak. Saya sudah 6 tahun pisah ranjang dengan suami, tapi tetap tinggal satu rumah. Kami tidak pernah menjalankan kewajiban rumah tangga masing-masing karena selalu bertengkar.

Mohon solusinya Kiai, terima kasih. (Endang, Banjar Harjo, Brebes Jawa Tengah)

Jawaban:

Saya sangat empati dan turut sedih terhadap "musibah prahara" yang menimpa rumah tangga ibu. Karena saya belum tahu latar belakang prahara secara rinci, maka solusinya hanya sekedarnya sesuai penuturan yang ibu sampaikan.

Usia pernikahan yang sudah menghasilkan 3 anak, tentu pasangan ibu-bapak adalah pasangan suami-istri yang pernah mengalami beberapa kali puncak kenikmatan dan kebahagiaan. Bapak pernah memberi kenikmatan tertinggi pada ibu, demikin juga sebaliknya. Seharusnya "kenikmatan" itu bisa dijadikan modal untuk tabah dalam menghadapi segala rintangan.

Kebahagiaan yang diraih itu diperbicangkan kembali dengan pola komunikasi terbaik dengan mencari momen yang tepat. Ini, karena ibu-bapak masih tinggal satu rumah. Coba berani menurunkan ego masing-masing dengan cara memulai obrolan santai. Jika perlu libatkan anak-anak. Upayakan membuat kesepakatan "rekreasi" ke luar rumah mencari suasana yang mendukung bapak-ibu bisa curhat. Masing-masing harap bersedia berkorban menurunkan ego. Mungkin ibu memulai "serangan" demi kebahagiaan bersama.

Kunci kebahagiaan rumah tangga itu adalah kesediaan masing-masing pihak untuk menyesuaikan keinginan. Monggo dicoba! Insya Allah berhasil. Jika menghadapi kesulitan, coba minta pertolongan salah seorang tokoh keluarga yang disegani dari bapak atau ibu untuk bisa memberi nasehat. Mengingat sudah ada penguat 3 anak, -jika bapak-ibu punya kemauan- Insya Allah keluarga ini bisa dipertahankan dan akan menuju kebahagiaan.

Ingat, kebahagiaan akan sangat berkesan, jika diperoleh melalui proses perjuangan.Semoga bapak-ibu bisa hidup rukun kembali, bahagia demi masa depan 3 anak yang tentu sangat bapak-ibu cintai. Demikian, wallahu a'lam.