Songsong Pilpres 2024, Golkar Jatim: Airlangga Berpotensi Besar Menang jika Maju Capres

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Senin, 14 Juni 2021 09:54 WIB

Ketua DPD Golkar Jatim Muhammad Sarmuji. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua DPD Golkar Jatim Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa Golkar telah membuat persiapan untuk menyongsong gawe akbar pemilu serentak 2024, baik pileg maupun pilpres.

Sarmuji mengatakan bahwa untuk pilpres, Golkar optimis jika Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto bisa maju menjadi calon presiden (capres), maka peluang besar untuk bisa memenangi kontestasi.

"Jika Pak Airlangga nanti bisa maju capres maka peluang besar untuk menang," kata Sarmuji saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Golkar Gresik periode 2020-2025, rakerda, dan rapimda di Hotel Pesonna Gresik.

Ada sejumlah pertimbangan yang membuat Sarmuji yakin jika Airlangga bisa maju pada kontestasi Pilpres 2024. Dari sisi parpol, Golkar merupakan salah satu parpol besar nasional yang bisa membangun koalisi untuk memenuhi kuota 20 persen sebagai salah satu syarat partai atau gabungan partai mengusung calon.

Sementara dari sisi figur, Airlangga sejauh ini belum terlibat kontestasi politik dalam perebutan jabatan pemerintahan, baik pilkada maupun pilpres. Selanjutnya, Airlangga adalah ketua parpol besar (Golkar) yang memiliki modal massa dan jaringan kuat.

"Makanya, dengan modal-modal tersebut Pak Airlangga jika maju pada kontestasi Pilpres 2024 maka peluang menang sangat besar," terangnya.

Sarmuji mengakui, elektabilitas Airlangga masih kalah dengan tokoh lain. Sebab, Airlangga sampai saat ini belum turun dan memproklamirkan diri sebagai capres.

"Kalau Pak Airlangga sudah memproklamirkan diri saya kira elektabilitasnya akan bisa mengungguli yang lain," paparnya.

Sarmuji kemudian mengungkapkan sejumlah tokoh yang sekarang elektabilitasnya bagus yang pernah ikut kontestasi perebutan kekuasaan di level pilkada dan pilpres, namun kalah. Serta tokoh yang punya elektabilitas bagus menjadi capres, namun bukan pimpinan partai politik.

"Pak Prabowo (Gerindra) dan Pak AHY (Demokrat) misalnya, keduanya adalah pimpinan partai. Pernah ikut kontestasi pilpres dan pilkada, tapi kalah," ungkapnya.

"Sementara Ganjar (Gubernur Jateng) dan Anis (Gubernur DKI) elektabilitas bagus tapi bukan pimpinan partai. Saya kira Pak Airlangga yang lebih peluang mendapatkan kepercayaan rakyat kalau pilpres nanti Pak Airlangga yang maju capres," pungkasnya. (hud/zar)