Kecamatan Genteng Surabaya Gelar Pameran UMKM dengan Transaksi Cashless

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Indrayadi
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB

Pameran UMKM di hall Bank Mandiri, Jalan Genteng Kali Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berbagai inovasi serta kerja keras dilakukan Pemkot Surabaya dalam menggerakkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus dikembangkan. Salah satunya adalah inovasi Kecamatan Genteng yang dalam 10 hari ke depan berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bank Mandiri denganmenggelar pameran.

Berlangsung di Hall Bank Mandiri, Jalan Genteng Kali Surabaya, pameran diikuti oleh sekitar 50 UMKM yang terdiri dari lima kelurahan dengan total 60 jenis produk.

Camat Genteng Surabaya, Linda Novanti menyebut, konsep kerja sama semacam ini bermula dari keinginannya dalam membangkitkan ekonomi kota. Khususnya bagi pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19, sesuai dengan arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

“UMKM ini mulai hidup kembali sekitar Maret 2021. Kami belajar jatuh bangunnya memilih menu, kemasan, harga maupun lokasi yang digunakan untuk mempromosikan produk. Sasarannya di berbagai perusahaan,” kata Linda, Selasa (14/6/2021).

Dari situlah berbagai peluang muncul termasuk kerja sama dengan Bank Mandiri. Meskipun meja yang disiapkan tidak banyak, namun produk yang dijual dapat mewakili 50 UMKM dari 60 jenis produk. Di antaranya produk kuliner, handycraft, dan fashion. Selama 10 hari itu, UMKM yang datang berbeda-beda dengan produk yang berbeda pula. Dengan begitu semua akan merasakan dampaknya.

Pelaksanaan pameran tidak hanya berorientasi pada penjualan saja. Namun juga dititikberatkan pada pengenalan produk-produk UMKM binaan Pemkot Surabaya. Hal itu penting dilakukan, apabila seluruh produk UMKM telah menyasar di berbagai perusahaan maka tanpa disadari penjualan akan mengalir baik secara online maupun offline.

Dari kerjasama dengan Bank Mandiri, transaksi yang digunakan pun menggunakan cashless (tanpa uang tunai) menggunakan uang elektronik dengan melakukan scan barcode QRIS yang telah disiapkan oleh Bank Mandiri.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Mandiri Surabaya Gentengkali Herman Toni mengatakan, kerja sama ini lebih kepada kepedulian pihaknya kepada para UMKM.

Khususnya yang memiliki usaha di wilayah satu kecamatan dengan cabang Bank Mandiri. Saat ini yang paling dibutuhkan pelaku UMKM adalah pembeli. Dengan melakukan transaksi secara online maka semakin memperluas jangkauan. "Semua customer membayar melalui scan barcode QRIS dengan ponsel masing-masing. Tanpa menyentuh alat lain dan real time. Tentunya ini mendukung program pemerintah dalam pemutus rantai Covid-19,” ujarnya.

Barcode QRIS dapat juga digunakan untuk transaksi yang dibeli secara delivery. Mekanismenya, pembeli akan dikirimi barcode melalui aplikasi Whatsapp untuk bertransaksi. Setelah terbayar akan ada pemberitahuan masuk ke penjual. Sehingga dagangan bisa dikirim aman karena sudah terbayar dan tidak kontak fisik seperti perpindahan uang tunai.

Diharapkan setelah kerja sama ini, pelaku UMKM dapat merasakan keuntungan berjualan secara digital. Termasuk menagih pembayaran maupun pembukuan sederhana. Dari situ ke depannya apabila membutuhkan penguatan modal, secara history transaksi sudah tercatat sehingga lebih mempermudah. (dra/ian)